Lainnya

Rajamin Sirait: Jenderal Agus Andrianto Sosok Pemimpin Peduli Masyarakat

Rajamin Sirait: Jenderal Agus Andrianto Sosok Pemimpin Peduli Masyarakat
Tokoh masyarakat dan Pemuda Sumatera Utara Rajamin Sirait, SE saat makan siang bersama Menteri Imipas Jenderal Pol Purn.Agus Andrianto didampingi Dirjen Pemasyarakatan Irjen Pol Mashudi dan Plt Dirjen Imigrasi Irjen Pol Yuldi Yusman di VIP Room Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), saat kunjungan ke Sumut. Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

DELISERDANG (Waspada.id): Tokoh masyarakat dan Pemuda Sumatera Utara (Sumut) Rajamin Sirait, SE menyatakan bersyukur mempunyai seorang Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Jenderal Pol Purn Agus Andrianto yang notabene pernah bersama di Sumut mulai dari pangkat perwira pertama (Pama) hingga perwira tinggi (Pati).

Rajamin Sirait menyatakan hal itu menjawab Waspada.id, Senin (2/2/2026), usai kunjungan Menteri Imipas dalam rangka Hari Bakti Imigrasi ke- 76, di Sumut beberapa hari lalu.

Rajamin Sirait yang juga Ketua Umum Punguan Pomparan Raja Nairasaon (PPRN) se Indonesia 2024-2029 ini menuturkan, persahabatan antara dirinya dengan sang Jenderal Agus Andrianto sudah terjalin sejak beliau bertugas pertama kali di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

“Ya, saat itu beliau berpangkat Pama tugas di Dairi,” ucapnya.

Jadi lanjut Rajamin Sirait, tentang masyarakat Sumut ini Jenderal Agus yang kini Menteri Imipas ini tahu betul.

“Pak Agus, sosok pemimpin yang peduli masyarakat, dan menjadikan Sumut nilai strategis itu, atensi beliau,” sebut Rajamin Sirait. Misalkan saja, Imigrasi sebagai pintu keluar masuk pelintas WNI/WNA di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) yang strategis dan sangat dekat dengan negri jiran Malaysia.

Perlu pengawasan yang sangat ketat, dan oleh karenanya dibuat suatu terobosan dari beliau yakni autogate (sistem gerbang pemeriksaan Imigrasi otomatis berbasis teknologi face recognition (pengenalan wajah) dan sidik jari, yang mempermudah pelintas (WNI/WNA) masuk keluar wilayah negara secara mandiri.

Kata Rajamin, autogate yang di KNIA,Sumut itu yang pertama setelah Jakarta dan Bali. Dan harga satu autogate itu senilai Rp2,4 miliar buatan Portugal.

“Jadi, autogate ini sangat canggih sekali, serta dapat mendeteksi pelintas yang keluar masuk,” ucapnya.

Rajamin menambahkan, di Indonesia, UPT (unit pelaksana teknis) terbanyak itu ada di Sumut, yakni ada 39 UPT dan 2 Bapas (Balai Pemasyarakatan). Dan tahun 2025 terdapat 32 ribu jumlah tahanan dan tahun 2026 berkurang menjadi 31 ribu tahanan.

“Keberhasilan lembaga pemasyarakatan itu bukan jumlah tahanan yang bertambah, tapi berkurang,” ujarnya. Kemudian terkait kunjungan Hari Bakti Imigrasi ke-76 ke Langkat, Rajamin Sirait sempat bincang-bincang dengan pak Menteri Imipas, bagaimana beliau ingin mendekatkan diri dengan masyarakat. (id101)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE