# Heriansyah : Kita Harus Mampu Menerjemahkan Kolaborasi Sesungguhnya
MEDAN (Waspada.id): Sebanyak 12 ton daging sapi terjual di Pasar Murah daging meugang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh selama empat hari pada 15-18 Februari 2026.
Hal ini disampaikan oleh Kepala UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banda Aceh, Heriansyah, SH, M.Si di kantornya, dan keterangannya diterima di Medan, Sabtu (21/02/2025).
“Alhamdulillah, pada Pasar Murah Daging Meugang kali ini sebanyak 12 ton daging terjual dari target 6 ton. Itu semua total daging yang terjual selama empat hari pada 11 titik pelaksanaan, padahal target kami hanya 1,5 ton perhari. Namun di luar ekspektasi pada hari kedua 3 ton, hari ketiga 6 ton dan hari terakhir 1,5 ton,” kata Heri.
Heri mengatakan pasar murah daging meugang ini dihadirkan sebagai bentuk keberpihakan Pemko Banda Aceh untuk seluruh warga Kota dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah.
“Penugasan kami untuk memastikan ketersediaan, keamanan mutu dan kestabilan harga jual daging meugang dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah di Kota Banda Aceh. Maka, kami hadir sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat sekaligus sebagai upaya menjaga tradisi dan mengendalikan inflasi di Ibukota Provinsi Aceh,” katanya.

Camat Ulee Kareng Erry Miswar, S.STP, M.Si dan Forkopimcam melakukan pengawasan di Lokasi Pasar Murah Daging Meugang Halaman SDN 56 Gp. Lamglumpang Kec. Ulee Kareng. Waspada.id/ist
Heri memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat atas dukungan kolaboratif, sehingga pelaksanaan pasar murah daging meugang Ramadhan yang merupakan sebagai bentuk intervensi Pemko Banda Aceh dalam menjaga stabilisasi harga dan memastikan ketersediaan daging berjalan lancar.
“Program ini merupakan tahun kedua yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh melalui UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Banda Aceh bekerjasama dengan pedagang sapi yang rutin menggunakan jasa layanan di RPH Banda Aceh serta didukung oleh PDAM Tirta Daroy dan Bank Indonesia serta dibantu oleh Satpol-PP, Dinas Perhubungan, Camat Se-Kota Banda Aceh dan pihak terkait lainnya,” sebut Heriansyah.
Heriansyah juga menyebutkan beredarnya informasi yang tidak bersumber dari pihaknya tidak bisa dijadikan acuan.
“Dapat kami pertegas bahwa jumlah daging yang habis terjual dalam operasi Pasar ini sejumlah 12 ton, bukan 30 ton. Daging sapi itu milik pedagang yang rutin menggunakan jasa layanan di RPH Banda Aceh. Kami mengajak mereka untuk bersedia membantu warga Banda Aceh dalam memperoleh harga daging yang murah pada saat meugang,” ujarnya.

Kepala UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Banda Aceh Heriansyah bersama staf melakukan monitoring lapangan Pasar Murah Daging Meugang. Waspada.id/ist
Pemko melalui mitra membantu subsidi biaya operasional per ekor sapi. Yang masuk dalam dubsidi hanya daging, sehingga harga daging dapat ditekan menjadi Rp 140 ribu per kilogramnya.
“Ini sedekah yang luar biasa dari para pedagang kami yang patut diberikan apresiasi bukan malah ditinggalkan,” tegas Heriansyah.
Heriansyah menambahkan kunci terlaksananya program ini adalah komunikasi.
“Sebagai pejabat seharusnya kita harus mampu menerjemahkan kolaborasi sesungguhnya sebagaimana Visi Misi Walikota dan Wakil Walikota, bukan malah lompat sana lompat sini gak jelas. Karena kunci terlaksananya program ini hanya perlu komunikasi yang baik dan saling menghargai. Karena ini bukan kerja biasa tapi kerja dengan strategi dan komunikasi,” tutup Heriansyah. (id23/rel)











