3.000 Jamaah Shalat Jumat Pertama Di Masjid Agung

  • Bagikan
PELAKSANAAN Shalat Jumat pertama di Masjid Agung. Waspada/Ist
PELAKSANAAN Shalat Jumat pertama di Masjid Agung. Waspada/Ist


MEDAN (Waspada): Diperkirakan 3.000-an jamaah melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Angung Sumut yang baru. Hari Jumat (1/12) itu, merupakan yang pertama dilaksanakan Shalat Jumat, setelah Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Agung, secara resmi memfungsikan secara permanen kegiataan keagamaan di masjid tersebut, mulai Rabu (29/11).

Antusiame masyarakat muslim Kota Medan dan sekitarnya, terlihat begitu besar untuk melaksanakan shalat di masjid kebanggaan masyarakat Sumut tersebut.

Mereka terlihat sudah berdatangan, jauh sebelum dikumandangkan azan pertama pelaksanaan Shalat Jumat. Jamaah yang hadir, tidak tertampung di lantai satu Masjid Agung. Sebagian mereka harus naik ke lantai dua dari tiga lantai tempat shalat yang disediakan di Masjid Agung.

Dari gelagat sebagian besar jamaah, sangat terkesan kalau mereka baru pertama sekali itu masuk ke Masjid Agung yang baru. Setelah selesai melaksanakan Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid, mereka terlihat memperhatikan bentuk bangunan Masjid Agung secara menyeluruh.

Sambil duduk bersila, para jamaah memperhatikan dengan detail konstruksi dan bangunan masjid. Banyak juga diantara mereka yang mengabadikannya lewat telepon selular mereka.

Adapun bertindak sebagai khatib pada pelaksanaan Shalat Jumat perdana di Masjid Agung yang baru itu adalah Dr. Mahyuddin Nasution. Sementara Imam Shalat Jumat adalah Irham Taufik M.Si.

Mahyuddin Nasution, dalam khutbahnya mengajak umat Islam memanjatkan syukur kepada Allah SWT. Karena Masjid Agung yang baru sudah dapat digunakan sebagai tempat beribadah. ‘’Mudah-mudahan, masjid ini dapat kita gunakan sesuai peruntukannya. Yakni, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah,’’ katanya.

Mahyuddin menceritakan kisah Rasulullah Muhammad SAW saat beliau mendirikan Masjid Nabawi. Oleh Rasulullah, keberadaan Masjid Nabawi tidak saja difungsikan sebagai tempat beribadah, tapi juga sebagai sarana untuk mengatur kehidupan umat di dunia. Baik sebagai tempat pertemuan, tempat bermusyawarah, dan sebagainya.

‘’Karenanya, diharapkan juga Masjid Agung kita ini dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan keagaamaan, maupun kegiatan kemasyarakatan,’’ ujarnya.

Kata Mahyuddin, sahabat Nabi Muhammad SAW, yakni Abu Bakar Shiddiq, diangkat menjadi khalifah pertama setelah Rasulullah wafat, juga karena beliau menjadi imam di Masjid Nabawi.

Kata Mahyuddin, beberapa hari sebelum Rasulullah wafat, beliau tidak bisa lagi memimpin shalat di Masjid Nabawi.

Kemudian Rasulullah, menunjuk Abu Bakar menggantikannya menjadi imam. ‘’Setelah Rasulullah wafat, para sahabat sepakat mengangkat Abu Bakar menjadi khafilah. Alasannya, karena dia yang ditunjuk nabi, menggantikan beliau menjadi imam shalat,’’ tambahnya.

Selanjutnya, Mahyuddin menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan untuk pembangunan Masjid Agung. Baik sumbangan berbentuk materi, maupun sumbangan pemikiran. Katanya, semua itu pastilah akan diganti oleh Allah SWT dengan yang lebih baik lagi. (m07)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *