360 Jemaah Masih Dirawat, 11 Dievakuasi Ke Madinah

  • Bagikan
360 Jemaah Masih Dirawat, 11 Dievakuasi Ke Madinah
EVAKUASI: Petugas KKHI Makkah, mengevakuasi jemaah haji sakit ke KKHI Madinah, Arab Saudi. Waspada/Ist.

Laporan Haji: Muhammad Ishak

MADINAH (Waspada): Sebanyak 360 jemaah haji yang sakit dan masih dalam perawatan di sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi. Seiring dengan bergeraknya jemaah haji gelombang kedua, belasan jemaah haji sakit dan selama ini dirawat di KKHI Makkah, juga ikut dievakuasi ke KKHI Madinah.

“KKHI Makkah mengevakuasi 11 jemaah haji sakit ke Madinah. Evakuasi ini menindaklanjuti jemaah haji gelombang kedua yang telah bergerak ke Madinah. Tujuannya agar jemaah haji sakit bisa berkumpul dengan kloternya,” kata Kepala KKHI Makkah, dr. Edi Supriyatna, MKK, Senin (17/7).

Dia menjelaskan, jemaah haji yang dievakuasi merupakan jemaah haji yang tidak bisa mengikuti perpindahan bersama kloternya ke Madinah, karena saat perpindahan sedang sakit dan dirawat di KKHI Makkah atau RS Arab Saudi.

“Jemaah haji sakit yang dievakuasi adalah jemaah sakit yang kondisinya stabil dan mampu dipindahkan menggunakan transportasi darat. Selain itu jemaah haji juga harus sudah memiliki dokumen yang lengkap seperti paspor dan surat jalan,” urai Edi.

“Syarat utama jemaah haji sakit dievakuasi ke KKHI Madinah yaitu kondisinya stabil dan transportable,” tuturnya, seraya menambahkan, evakuasi pertama terdiri dari satu jemaah sakit baring dan 10 jemaah yang mampu duduk.

Selama perjalanan dari Makkah ke Madinah, jemaah haji sakit ikut didampingi dua dokter tiga perawat untuk menjaga agar kondisi jemaah haji selama perjalanan tetap stabil.

“Beberapa jemaah haji yang dinyatakan stabil dan evaluasinya baik oleh KKHI Madinah, diantarkan ke hotel masing-masing untuk bergabung kembali dengan kloternya,” urai Edi.

Jemaah haji sakit yang dievakuasi dari KKHI Makkah, lanjut Edi, akan ditransitkan sementara di KKHI Madinah. Tujuannya, jika masih terjadi gangguan kesehatan, maka akan diberikan pelayanan di KKHI Madinah.

“Tetapi sebaliknya, jika kondisi kesehatannya sudah stabil dan hasil evaluasi baik, maka petugas kesehatan akan mengembalikan ke kloter masing-masing,” pungkas dr. Edi. (b11)

  • Bagikan