MEDAN (Waspada.id) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan segera turun ke lokasi untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran pabrik sandal Swallow di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli. Kebakaran tersebut terjadi pada Selasa (27/1) sekitar pukul 22.00 WIB.
Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata, mengatakan meskipun api utama telah padam, kepulan asap hitam sisa pembakaran material karet dan bahan kimia masih menyelimuti permukiman warga di sekitar lokasi kejadian. Kondisi ini mulai menimbulkan keluhan kesehatan dari masyarakat.
“Dinas Kesehatan Kota Medan kita minta segera turun membuka posko layanan kesehatan masyarakat. Warga mulai mengeluhkan gangguan pernapasan dan mata perih, serta khawatir terserang ISPA akibat menghirup asap pekat dari kebakaran,” ujar Binsar kepada wartawan, Kamis (29/1).
Menurut politisi Partai Perindo tersebut, kebakaran yang berlangsung hampir 30 jam itu berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius. Material pabrik yang terbakar diduga mengandung unsur kimia dan karet yang berbahaya jika terhirup dalam waktu lama.
“Kebakaran ini hampir 30 jam, tentu dampaknya besar. Asap dari material kimia dan karet sangat berbahaya bagi kesehatan warga, mulai dari gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga penyakit lainnya,” tegasnya.
Selain Dinkes, Binsar juga meminta Dinas Sosial Kota Medan, serta aparat kecamatan dan kelurahan setempat untuk turut turun membantu warga terdampak. Bentuk bantuan yang dibutuhkan antara lain pembagian masker dan pendataan warga yang memerlukan pemeriksaan serta penanganan medis lanjutan.
“Masker perlu segera dibagikan agar warga terlindungi dari paparan asap dan meminimalisir risiko ISPA maupun penyakit lainnya,” tambahnya.
Diketahui, kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal Swallow tersebut menghanguskan sekitar 90 persen bangunan pabrik. Peristiwa ini menyita perhatian publik karena Swallow merupakan salah satu merek sandal jepit legendaris yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia selama puluhan tahun. Id123











