Anggota DPRD Sumut Ahmad Darwis: Stabilkan Harga Sembako Jelang Idul Fitri

  • Bagikan
ANGGOTA DPRD Sumut  Ahmad Darwis. Waspada/ist
ANGGOTA DPRD Sumut  Ahmad Darwis. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Ahmad Darwis (foto) mendesak Pemprovsu dan kementrian untuk terus memaksimalkan upaya menstabilkan harga sembilan bahan pokok (sembako) dan pangan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah.

Hal itu dikatakan wakil rakyat Fraksi PKS Dapil Sumut 2 kepada Waspada, di Medan, Rabu (13/3), merespon masih terjadinya kenaikan seperti komoditas cabai merah keriting sebesar 36 persen, bawang merah naik 8 persen, dan daging ayam broiler 7 persen.

Sementara harga rata-rata komoditas pada Februari ini seperti beras medium, gula pasir, minyak curah dan Minyakita pun ikut mengalami kenaikan jika dibandingkan periode Januari lalu.

Kenaikan harga kebutuhan pokok sehari-hari itu disampaikan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut, pekan lalu, setelah melakukan monitoring sejumlah pasar, termasuk pasar tradisional di Medan.

Ahmad Darwis juga menerima laporan belum stabilnya harga beras di Dapil Sumut 2, yakni terhadap beras yang tercatat hingga Rp 17.000 per kg dibanding Rp15.000 sebelumnya.

Menyikapi hal itu, Ahmad Darwis prihatin karena langkah-langkah yang ditempuh harusnya dimulai dari hulu ke hilir dan lintas pihak dan tidak dicermati dengan serius, terkait dengan pasokan dan kelangkaan barang kebutuhan pokok utama yang dibutuhkan masyarakat.

Saat ini, dia berpendapat, langkah Pemprovsu terkesan lamban, yakni hanya melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memonitoring harga, namun tidak ada langkah konkrit yang menyeluruh.

Sidak juga belum sepenuhnya menuntaskan kenaikan harga beras, mengingat sejauh ini belum terlihat penurunan bahan pokok utama masyarakat itu.

Antisipasi

Ahmad Darwis juga meminta kepada pemerintah untuk terus mengantisipasi kenaikan harga dengan melakukan berbagai langkah.

“Intinya, teruslah memantau rantai distribusi dan pasokan sembako ke pasar-pasar tradisional,” ujarnya.

Di antaranya, melalui Pasar murah yang diharapkan terus gencar dilakukan, guna lebih menggairahkan daya beli masyarakat yang sangat membutuhkan bahan pokok jelang Ramadhan, dan Idul Fitri.

Selanjutnya, mengantisipasi dan menjamin ketersediaan bahan pokok, pemerintah dipandang perlu melakukan operasi pasar yang merupakan langkah konkret dalam upaya mengendalikan harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, terutama dalam situasi harga bahan pokok yang cenderung terus naik.

Lebih dari itu, Ahma Darwis secara spesifik meminta kepada pemerintah menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan disingkat SPHP. Program pemerintah yang dijalankan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan Pasal 55 ayat (1).

“Dengan langkah-langkah tersebut, kita berharap harga dapat terkendalikan dengan baik, dan masyarakat khususnya umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman, nyaman dan khusyuk,” ujarnya.

Upaya maksimal itu memerlukan sinergitas dan kolaborasi Pemprovsu dengan pemerintah pusat melalui kementrian dengan melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi beras, mulai dari tingkat petani sampai pengecer di pasar.

“Misalnya memastikan distribusi pangan mulai dari petani atau produsen sampai ke konsumen,” pungkasnya. (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *