# Harus Jadi Perhatian Serius Pemerintah Pusat Dan Daerah
MEDAN (Waspada.id): Anggota DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga dari Fraksi PKB, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi para pengungsi pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 12 kabupaten/kota di wilayah Sumut.
Kepada Waspada.id melalui sambungan telepon dari Medan pada Sabtu (29/11), Zeira merespon kondisi medis para pengungsi, ketersediaan tenaga kesehatan, serta tantangan besar dalam akses logistik di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan sekitarnya.
Dilaporkan, masih ada ribuan pengungsi yang kondisinya belum terdata. Di GOR Pandan Tapteng misalnya, pengungsian yang dapat terpantau, terdapat 660 jiwa, termasuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Bahkan apotek tutup semua akibat terendam dan akses terputus, suplai makanan terganggu, warga mulai kehabisan bahan makanan dan tidak memiliki uang tunai. Situasi yang sudah hampir seminggu membuat masyarakat semakin tertekan dan kerusuhan sudah terjadi di mana-mana, terutama penjarahan sembako. Penjarahan juga terjadi di Indomaret dan Alfamidi di Tapanuli Tengah.
Menyikapi hal itu, Zeira menyampaikan kekhawatirannya terkait berbagai aspek penting yang mempengaruhi kehidupan para pengungsi di lapangan.
Fenomena ini menggambarkan betapa gentingnya keadaan saat ini dan perlunya tindakan cepat dari pemerintah daerah maupun pusat untuk mencegah situasi semakin memburuk.
Sebagai langkah penanggulangan jangka pendek, Zeira mendesak agar pemerintah segera mengirimkan bantuan makanan dan obat-obatan ke lokasi-lokasi terdampak.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar para pengungsi harus dipenuhi dengan prioritas utama untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak akibat kekurangan nutrisi maupun masalah kesehatan lainnya.
Selain itu, Zeira menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga terkait dalam memastikan data pengungsi lengkap dan akurat. Data tersebut vital untuk merancang distribusi bantuan secara efektif dan efisien serta memastikan tidak ada lagi warga yang terlantar tanpa perhatian.
Zeira berharap pemerintah dapat mempercepat respons dan memperhatikan aspek kemanusiaan secara menyeluruh.
Ia percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat merupakan kunci utama dalam mengatasi krisis ini agar masyarakat bisa kembali pulih dari trauma pasca bencana.
Oleh karena itu, penanganan darurat yang efektif sangat diperlukan agar dampaknya tidak berkepanjangan dan warga bisa mendapatkan kembali rasa aman serta kesejahteraan mereka secepat mungkin.
Dengan perhatian serius dari semua pihak terkait, diharapkan kondisi pengungsi di Sumut bisa segera membaik, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan normal kembali meskipun tengah menghadapi ujian berat akibat bencana alam ini. (id06)












