Arus Perubahan Tak Terbendung, Rahudman: Jika Anies Menang Jangan Ada Yang ‘Lari Malam’

  • Bagikan
Arus Perubahan Tak Terbendung, Rahudman: Jika Anies Menang Jangan Ada Yang 'Lari Malam'

MEDAN (Waspada) : Caleg DPR RI Dapil Sumut 1 dari Partai NasDem Drs H Rahudman Harahap MM menyatakan arus perubahan sudah tak dapat lagi terbendung, dan akan meledak pada 14 Februari 2024 dimana rakyat Indonesia akan memenangkan pasangan Anies – Muhaimin (AMIN) sebagai presiden dan wakil presiden agar keadilan dan kesejahteraan bisa dirasakan semua.

“Tak akan bisa dibendung, rakyat sudah menginginkan perubahan. Apapun upaya yang dilakukan untuk menjegal, menghambat atau menghalangi arus perubahan tidak akan mempan, rakyat akan tetap memilih dan memangkan Anies dan Muhaimin sebagai pemimpin yang akan membawa perubahan. Dan jika Anies menang sebagai Presiden RI 2024 – 2029, jangan ada yang ‘lari malam’ karena takut di proses hukum,” ujar Rahudman.

Hal itu disampaikan Rahudman usai acara nonton bareng (Nobar) debat Capres dengan ratusan tim dan simpul relawannya pada Minggu malam (4/2/2024), di Pendopo Khadijah Kompleks Tasbi Medan.

Rahudman mengatakan, pasangan AMIN berkomitmen untuk mengembalikan hukum sebagai panglima dan berada diatas kekuasaan, bukan kekuasaan yang mengendalikan hukum.

“Dalam penyampaian visi misinya, pak Anies telah menyampaikan akan memerangi korupsi dan akan mengesahkan UU Perampasan Aset untuk memiskinkan para koruptor sebagai efek jera. Ini tentu mengkhawatirkan penguasa dan kroni-kroninya, sehingga berusaha untuk terus menjegal Anies. Ada yang bahkan melakukan cawe-cawe hingga mempolitisasi bantuan sosial (bansos) untuk bisa memenangkan paslon tertentu,” papar Rahudman.

Kondisi demokrasi di Indonesia, menurut Rahudman jadi terancam dengan adanya cawe-cawe dari penguasa itu. Tetapi, lanjutnya, rakyat Indonesia sudah cerdas, tak terpengaruh dengan itu dan melakukan perlawanan.

Bahkan, imbuhnya, melihat kondisi demokrasi di Indonesia yang terancam, saat ini perguruan-perguruan tinggi juga bergerak. Para guru besar dari sejumlah perguruan tinggi itu telah menyampaikan petisi agar penguasa tidak cawe-cawe dalam kontestasi Pilpres 2024 yang dapat merusak demokratisasi di Indonesia.

Debat ke lima yang diikuti ketiga capres yakni capres nomor urut 01 Anies Baswedan, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan capres nomor urut 03 Ganjar Pranomo yang mengangkat tema: Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi, digelar KPU di Jakarta Convention Center (JCC). (hs)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *