Asian Agri ‘Welcome’ PWI Sumut Tinjau Kebun

  • Bagikan
Asian Agri ‘Welcome’ PWI Sumut Tinjau Kebun
Pimpinan manajemen Asian Agri David Alamsyah, Tan Joong Sheong, Vika, Lidya foto bersama ketua PWI Sumut dan insan media usai buka puasa bersama.(Ist)

MEDAN (Waspada): Ketua PWI Sumut H. Farianda Putra Sinik mengatakan Asian Agri adalah mitra kerja PWI Sumut sejak lama dan terus berkembang pesat. Media bisa kapan saja mendapatkan informasi langsung dari sumber primer, termasuk perkembangan teknologi pembibitan unggulan Topaz saat ini.

Namun begitu, Farianda berharap pada Asian Agri untuk mengajak insan pers/media turun langsung meninjau dan melihat langsung produksi kebun kelapa sawit perusahaan Asian Agri. “Sehingga kami insan media dapat pelajaran tentang perkebunan Asian Agri,” pintanya pada acara berbuka bersama manajemen Asian Agri bersama pengurus PWI Sumut dan insan media di Hotel Karibia Medan, Kamis (14/3) malam.

Dalam sambutannya, manajemen Asian Agri menyambut hangat keinginan PWI Sumut untuk meninjau kebun dan pembibitan Topaz. “Saya siap jadi guide tour,” ujar Tan Joon Sheong menyahuti pertanyaan ketua DKP PWI Sumut M Syahrir.

Head of Social Capital Asian Agri, David Alamsyah mengakui, media massa memiliki peran penting untuk dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi bangsa ini, khususnya bagi industri kelapa sawit yang merupakan core business dari Asian Agri.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ingin memperkenalkan bibit kelapa sawit unggul Topaz. Yakni bibit yang merupakan hasil dari riset dan pengembangan puluhan tahun, yang sudah teruji dan terbukti dapat meningkatkan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS). Kami berharap agar Topaz dapat menjadi pilihan petani kelapa sawit yang akan melakukan replanting,” ujarnya didampingi Head of Research & Development (R&D) Asian Agri, Tan Joon Sheong.

Terkait Topaz, Tan Joon Sheong menjelaskan bahwa Topaz adalah bibit sawit unggul andalan para petani kelapa sawit karena terbukti memiliki produksi TBS yang tinggi hasil penelitian dari Oil Palm Research Station (OPRS) yang merupakan bagian dari R&D Asian Agri. Sejak 1992, Asian Agri terus menseleksi dan menyilangkan indukan Dura dan Pisifera terpilih dari Costa Rica (gen-1) hingga kini dudah gen-4.

“Berdasarkan potensi itulah OPRS Topaz berhasil memperoleh izin pelepasan Varietas Topaz 1, 2, 3 & 4 sesuai Surat Keputusan Menteri Pertanian. Selain unggul dari segi kuantitas produksinya, Topaz juga memiliki ketahanan terhadap serangan Ganoderma (Topaz GT). Jadi bibit sawit unggul Topaz adalah bibit sawit yang sudah teruji dan terbukti, dan sudah seyogyanya menjadi andalan para petani kelapa sawit,” tutup Tan Joon Sheong.(m03)

  • Bagikan