MEDAN (Waspada.id): Sekretaris DPW Syarikat Islam Sumatera Utara, Asron Batubara, S.Pd, M.Si, mengimbau umat Islam di Sumatera Utara untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh khusyuk dan aman.
Asron menekankan pentingnya kondisi keamanan yang kondusif, khususnya menjelang bulan suci. Ia menyoroti meningkatnya kasus kriminalitas, termasuk tawuran di kawasan Belawan yang menimbulkan korban jiwa.
“Ramadhan seharusnya menjadi bulan ketenangan dan ibadah yang nyaman. Tapi kalau kriminalitas terus meningkat, rasa aman masyarakat akan terganggu. Kita harus menaruh perhatian serius terhadap kondisi ini,” ujar Asron, Kamis (12/2/2025).
Menurutnya, kriminalitas bukan hanya soal kehilangan harta benda, tetapi juga berdampak pada rasa aman warga. Pencurian kendaraan bermotor, pencurian besi, dan aksi kejahatan jalanan lainnya kian meresahkan masyarakat.
“Kita mendengar banyak keluhan dari masyarakat. Mereka takut keluar rumah dan khawatir anak-anak menjadi korban. Ini bukan sekadar kerugian materi, tapi soal rasa aman yang harus dijaga,” tegas Asron.
Ia meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan hadir lebih nyata di tengah masyarakat, dengan meningkatkan patroli, menegakkan hukum secara tegas, serta mengantisipasi wilayah-wilayah rawan kriminalitas.
“Ramadhan harus menjadi bulan damai dan menenteramkan. Kita semua punya tanggung jawab, baik pemerintah maupun warga, agar ibadah berjalan lancar tanpa rasa takut,” pungkasnya.
Selain itu, Asron mengingatkan masyarakat untuk saling menjaga keamanan lingkungan masing-masing. “Setiap warga memiliki peran penting. Kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan akan membuat Ramadhan lebih nyaman dan aman bagi semua,” katanya.
Tak hanya sebagai tokoh masyarakat, Asron juga merupakan Kepala SMKN 1 Beringin, Deliserdang. Ia mengingatkan anak didiknya untuk selalu mentadaburi Alquran selama Ramadhan dan tidak meninggalkan sholat tarawih berjamaah. “Ramadhan adalah waktu tepat untuk memperdalam iman, membiasakan disiplin ibadah, dan meningkatkan kepedulian sosial,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kegiatan positif selama Ramadhan, seperti pengajian, sedekah, dan bakti sosial, sebagai upaya mempererat tali persaudaraan sekaligus meminimalisir potensi kriminalitas. “Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi juga meningkatkan kepedulian dan solidaritas antarwarga,” tutup Asron. (id23/rel)











