Caleg DPR RI Hasrul Benny Harahap Harapkan Harian Waspada Netral Di Pemilu Tahun 2024

  • Bagikan
BAKAL calon legislatif (bacaleg) DPR-RI dari Partai Golkar Hasrul Benny Harahap, SH, MH. Waspada/ist
BAKAL calon legislatif (bacaleg) DPR-RI dari Partai Golkar Hasrul Benny Harahap, SH, MH. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Calon legislatif (bacaleg) DPR-RI dari Partai Golkar Hasrul Benny Harahap, SH, MH (foto) mengucapkan selamat atas Hari Jadi Harian Waspada ke-77 yang dirayakan hari Kamis (11/1/2024). 

Hasrul mengatakan hal itu di Medan, Kamis (11/1), berharap harian tertua di Sumut itu sukses, dan khusus menyambut pemilihan umum (Pemilu) diharapkan bersikap netral dan independen.

Menurut pengacara, yang juga Ketua Harian Forki Sumut ini, Harian Waspada hingga kini mampu bertahan di usia ke 77, di tengah ramainya media-media digital.

Hal itu membuktikan bahwa Harian Waspada yang didirikan H Muhammad Said dan Hj Ani Idrus 11Januari 1947 lalu itu mampu menghadapi persaingan yang begitu ketat dengan konten pemberitaan bisa dijadikan pedoman atau literatur untuk kebenaran suatu informasi.

Selain itu, pemberitaan yang disajikan tetap mengedepankan kebutuhan dan kepentingan pembaca, dengan  narasumber yang kompeten.

Karenanya, ketua IKA Fakultas Hukum USU dan Wakil Sekjen DPP Golkar ini berharap kemampuan bertahan di usia lebih setengah abad ini, tetap menjadi semangat baru bagi seluruh jajaran redaksi.

“Kita sama menyadari kemajuan teknologi yang menghadirkan pemberitaan lebih cepat tidak bisa terelakkan. Namun, Harian Waspada masih tetap dinantikan pembaca,” sebut Caleg DPR RI Dapil Sumut 1 No urut 3, yang meliputi Medan, Deli Serdang, Sergai dan Tebingtinggi ini. 

Menyinggung Pemilu 2024, Hasrul Benny berharap kepada Harian Waspada untuk independen netral dan berimbang, khususnya dalam pemberitaan, mulai dari Calon Presiden (Capres), Calon Legislatif (Caleg), maupun Partai Politik (Parpol).

Artinya, media harus berada di tengah tengah proses pesta demokrasi itu dan yang lebih penting sama-sama bersinergi memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat. Terutama terkait dengan sebaran informasi di media sosial yang bersifat hoaks. (cpb)

  • Bagikan