BELAWAN (Waspada.id): Praktisi hukum Helmax Alex Sebastian Tampubolon SH, MH meminta Kapoldasu Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto segera mengevaluasi kinerja Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi.
Pasalnya, tindak kriminal seperti tawuran, geng motor dan aksi begal serta aktivitas peredaran Narkoba semakin marak terjadi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
“Sejak Kapolres Pelabuhan Belawan dijabat oleh AKBP Rosef Efendi belum terlihat kinerjanya dalam memberantas aksi para bandit jalanan. Ironisnya, korban jiwa akibat tindakan sadis geng motor dan begal terus saja berjatuhan,” ujar Helmax Alex Sebastian Tampubolon kepada waspada.id, Rabu (8/4) terkait maraknya tindak kriminal jalanan dan penyalahgunaan Narkoba di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
Helmax Alex menuturkan, selama beberapa hari ini saja, ada 3 kasus kriminal menonjol yang terjadi.
Senin (6/4) dinihari, seorang pria yang diduga hendak mencuri terpaksa meregang nyawa usai diikat dan dianiaya di Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan.
“Esok harinya, Selasa (7/4), dua penumpang angkot menjadi korban aksi begal di dalam angkot di kawasan Jl. Yos Sudarso simpang Jl. Kayu Putih Kecamatan Medan Deli,” terang Helmax Alex.
Peristiwa terkini, tambah Helmax, Rabu (8/4) dinihari, seorang petugas jaga malam di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan, dibacok oleh sekelompok remaja diduga geng motor di kawasan Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan.
“Dari rentetan tindak kriminal yang terjadi setiap hari secara berturut-turut ini membuktikan bahwa polisi belum mampu memberikan rasa aman kepada warga masyarakat. Di mana keberadaan pak polisi? Mengapa mereka tidak melaksanakan patroli? Ada apa ini?,” tanya Alex.
Seharusnya, kata Alex, Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Belawan bisa belajar dari kasus tawuran yang diwarnai dengan aksi penjarahan dan pengrusakan rumah-rumah warga yang terjadi di Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan.
“Salah seorang korban penjarahan sudah memberi tahu kepada petugas Kepolisian akan terjadi aksi tawuran namun tidak mendapatkan respon positif. Bahkan, hingga terjadi tawuran dan penjarahan, polisi baru tiba di lokasi kejadian setelah usai aksi tawuran,” sesal Helmax Alex yabg juga Direktur Lembaga Bantuan Hukum Cakra Keadilan ini.
Helmax Alex memaparkan, maraknya aksi kriminal tersebut dilatarbelakangi aktivitas penyalahgunaan Narkoba yang berpotensi sebagai sarana akhir dari para pelaku tindak kriminal jalanan tersebut.
“Uang hasil tindak kejahatan mayoritas digunakan oleh para pelaku untuk membeli Narkoba jenis sabu dan ganja,” terang Helmax Alex.
Helmax Alex mencontohkan, peredaran Narkotika saat ini sudah menjadi rahasia umum, karena gampangnya untuk mendapatkan paket sabu-sabu atau ganja.
“Lihat saja keresahan warga di Lingkungan 20 Komplek UKA Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan. Di bantaran Sungai Bederah itu, aktivitas jual beli sabu seperti menjual kacang goreng. Dengan mudahnya membeli beberapa paket sabu,” tegas Helmax Alex.
Oleh sebab itu, sudah saatnya Kapoldasu meninjau ulang posisi Kapolres Pelabuhan Belawan yang saat ini dijabat oleh AKBP Rosef Efendi.
“Sudah saatnya Kapoldasu meninjau ulang atau mengevaluasi kinerja Kapolres Pelabuhan Belawan. Selain belum mampu mengantisipasi atau mencegah terjadinya tawuran namun minim pengungkapan kasus,” tutup Helmax Alex.(id160)










