MEDAN (Waspada.id): Dua orang ditemukan tewas di Jl. Medan-Binjai Km 9 Komplek Abdul Hamid Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.
Korban meninggal dunia ditemukan usai menolak dievakuasi saat genangan air banjir memasuki rumahnya, Minggu (30/11). Diduga korban tak sempat menyelamatkan diri ketika arus menerjang permukiman asrama tersebut.
Jasad Cahaya Khairani Pohan ,68, ditemukan di dapur rumahnya. Selama ini, korban tinggal seorang diri dan menggunakan tongkat untuk berjalan.
Seorang warga menuturkan, korban sempat diajak warga mengungsi saat banjir masih tinggi, namun ia menolak dievakuasi. Padahal, ketinggian air di kawasan itu mencapai sekitar 1,5 meter.
“Dia tinggal sendirian dan menggunakan tongkat untuk berjalan. Sudah diajak warga untuk mengungsi namun dia bertahan dan tidak mau keluar dari rumah,” ujar Dedi.
Tak jauh dari rumah korban Cahaya Khairani Pohan, warga juga menemukan jasad seorang lelaki yang tersangkut di salah satu pohon. Jasad pria tanpa identitas itu diduga terseret arus banjir dari lokasi lain.
“Ada juga ditemukan mayat laki-laki tanpa identitas. Diduga mayat tersebut terseret arus dari lokasi lain dan nyangkut di ranting pohon,” sebut Dedi.(id15)












