Bawaslu Medan Panggil Ihwan Ritonga Dugaan Money Politics

  • Bagikan
Bawaslu Medan Panggil Ihwan Ritonga Dugaan Money Politics

MEDAN (Waspada): Bawaslu Medan memanggil Ketua Partai Gerindra Medan Ihwan Ritonga terkait dugaan money politics berbentuk bagi-bagi minyak makan saat kampanye. Namun pemanggilan yang seharusnya dijadwalkan Jumat (12/1), Ihwan Ritonga tidak memenuhi panggilan untuk memberi keterangan dengan alasan bentrok jadwal beliau di tempat lain.

“Kemarin kita sudah sampaikan surat pemanggilan dengan jadwal meminta keterangan dari Ihwan Ritonga hari ini. Tapi berdasarkan konfirmasi dia ke Bawaslu meminta jadwal ulang. Jadi sesuai prosedur, akan kami kirimkan pemanggilan kedua pada hari Senin mendatang,” ujar Kordiv Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kota Medan, Fachril Syahputra kepada Waspada, Jumat (12/1).

Dijelaskan Fachril, Ihwan Ritonga diduga melakukan money politics dalam bentuk bagi-bagi minyak makan saat kampanye. Selain itu, kegiatan kampanye tersebut tidak memiliki pemberitahuan.

“Jadi dugaan ini hasil pengawasan di lapangan saat kegiatan dia di Kecamatan Medan Kota. Kegiatan bersama warga itu ada bagi-bagi minyak makan yang dilakukan tim kampanye nya. Kegiatan itulah jadi temuan kita, dan itu bentuknya karena dia ada menyampaikan visi dan misi nya sebagai Calon Legislatif DPRD Sumut Dapil Sumut I,” ucapnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Ihwan Ritonga yang saat ini Wakil Ketua DPRD Kota Medan mengaku sudah menerima surat panggilan dari Bawaslu Medan. “Tapi karena bentrok dengan acara lain yang sudah dijadwalkan, saya tidak bisa hadir memenuhi panggilan dan sudah menginformasikan ke Bawaslu Medan agar menjadwalkan ulang panggilan tersebut. Jadi kita tunggu surat panggilan kedua nya,” kata Ihwan Ritonga.

Dijelaskannya, dugaan money politic yang menjadi bahan panggilan Bawaslu Medan itu terjadi saat ia memenuhi undangan ibu-ibu pengajian di Jalan Turi Medan.

“Jadi saya datang usai mereka pengajian dan saya bantu apa yang mereka butuhkan yakni kerudung dan kue-kue untuk pengajian. Tapi karena mendengar saya mau datang di tempat itu, ada sekitar 40 warga lain yang kebetulan non muslim datang ke lokasi. Oleh tuan rumah acara itu, meminta kepada tim untuk membagikan minyak goreng 1 kg. Karena tidak mungkin warga itu dikasih kerudung. Jadi semua itu kebijaksanaab tuan tumah dan saya juga baru tahu dari tim setelah mendapatkan undangan panggilan dari Bawaslu ini,” ungkapnya.

Untuk panggilan ke Bawaslu Medan, Ihwan Ritonga akan siap memenuhi panggilan memberi keterangan yang dibutuhkan. “Ini tahun politik, jadi kita maklumi kalau segala kegiatan kita disorot,” tuturnya. (h01)

  • Bagikan