BBPOM Medan Sidak Produk Kadaluarsa Dan Takjil Di Tanjung Morawa

  • Bagikan
BBPOM Medan Sidak Produk Kadaluarsa Dan Takjil Di Tanjung Morawa

MEDAN (Waspada): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan kembali melakukan uji makanan berbuka dan mengecek produk kadaluarsa di Swalayan Irian Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (15/3).

“Dari beberapa hari lalu kita sudah turun sebenarnya, dan hari ini di supermarket Irian di Tanjung morawa. Kita masih menemukan makanan yang tempatnya rusak atau peot. Tapi sudah jauh berkurang dibanding pemeriksaan sebelumnya. Pada parcel yang dikhawatirkan ada produk mendekati kadaluarsa dan izin halal ternyata sudah baik semua,” tutur Kepala BBPOM Medan, Drs. Martin Suhendri Apt.M.Farm.

Menurutnya, hal tersebut bertujuan legal aspek pada suatu produk bisa menjamin keselamatan dan keamanan konsumen masyarakat Sumut dan khususnya Kota Medan.

“Sudah beberapa swalayan kita periksa belum ada ditemukan produk yang mendekati kadaluarsa, paling cepat kadaluarsanya itu di bulan 7 atau 8,” ungkap Martin.

Sementara itu, Manager Swalayan Irian, mengatakan sangat berterima kasih terhadap BBPOM karena dengan pemeriksaan yang dilakukan akan membuat mereka lebih baik dalam menjaga kualitas dan keamanan produk-produk yang dijual di supermarket tersebut.

Sementara itu di daerah Limau Manis Tanjung Morawa, pihak BBPOM juga mengambil 25 sample takjil untuk dilakukan pengujian di mobil laboratorium yang memang diturunkan langsung ke lapangan.

“Takjil yang kita periksa tadi ada 25 sample di seputaran Limau Manis. Adapun parameter uji yang dilakukan adalah Borax, Rhodamin B, Metanil Yellow serta Formalin. Dari semua sampel itu tidak ditemukan bahan kimia dan zat berbahaya ataupun bahan tambahan yang dilarang lainnya,” ungkapnya.

Pada kegiatan itu juga dilakukan pengujian sampling berupa minuman untuk berbuka, jenis tahu, puding, sayur pecel, dadar merah, es semangka dan mie dan bakso.

“Mie dan bakso yang kita curigai selama ini mengandung borax dan formalin, Alhamdulillah setelah kita uji ternyata tidak ada temuan itu,” terang Martin.

Menurut Martin, pelaku usaha sudah menyadari akibat dari zat-zat berbahaya tersebut sehingga tidak ditemukan lagi makanan serta minuman yang mengandung bahan itu. Pihak BBPOM juga tetap memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada pelaku usaha.

Martin menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap pewarna yang mencolok dan untuk makanan di Swalayan ataupun di toko toko lainnya harus terus mengingat semboyan cekklik. Cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kadaluarsa.

Menghadapi Ramadhan yang masih panjang, Martin juga mengimbau kepada masyarakat dan konsumen tetap waspada kepada makanan dan minuman yang dikonsumsi karena kesehatan itu sangat penting dalam menjamin kesehatan keluarga terutama bagi anak-anak. (Cbud)

  • Bagikan