MEDAN (Waspada.id): Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di depan Mapolrestabes Medan, Kamis (15/1) sekira pukul 11:00.
Massa BEM SI Kerakyatan Sumut meminta Kapolrestabes Medan segera mengusut tuntas kasus pembakaran mobil milik seorang pengacara Indra Surya Nasution sekaligus menangkap pelaku pembakaran dan aktor intelektualnya.
Kordinator lapangan massa aksi Rafi Siregar saat membacakan tuntutannya mendesak aparat kepolisian untuk membuka secara berkala perkembangan penyelidikan kasus kepadapublik sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi hukum.
“BEM SI mendesak Polrestabes Medan untuk menindak segala bentuk teror dan kriminalisasi terhadap advokat, aktivis dan masyarakat yang memperjuangkan hak-hak rakyat dan rakyat. Meminta aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan keterkaitan teror pembakaran mobil dengan konflik penolakan penggusuran Masjid Al-Ikhlas di eks Komplek Veteran Desa Medan Estate,” sebut Rafi.
BEM SI, tambah Rafi, juga mendesak Kapolrestabes Medan untuk mengevaluasi kinerja penyidik apabila penanganan kasus ini berjalan lambat atau tidak menunjukkan progres yang jelas. Menyatakan bahwa BEM SI Kerakyatan Sumut akan terus mengawal dan melakukan aksi lanjutan apabila tuntutan ini tidak direalisasikan secara nyata dan bertanggung jawab.
Salah seorang orator lainnya, Malik dalam orasinya mengatakan jika pelaku pembakaran tidak dikenal. Akan tetapi ada yang menyuruh, diduga oknum pejabat. Untuk itu, BEM SI meminta Polrestabes Medan segera membongkar kasus pembakaran mobil tersebut dan menangkap para pelaku serta pihak-pihak yang terlibat menyuruh kedua pelaku yang terekam pada CCTV.
“Di sini kami meminta kepada Kapolrestabes Medan untuk mengusut tuntas kasus pembakaran mobil yang terjadi di Warkop Anugerah. Kami juga minta kepada Kapolrestabes Medan untuk segera menangkap aktor-aktor intelektual yang berada di belakang para pelaku,” pintanya.
Sementara itu Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Rafi Siregar juga mengaminin pernyataan Malik terkait dugaan keterlibatan oknum pejabat.
“Pelaku tidak mungkin bergerak sendiri, dia adalah hanya orang suruhan yang kami duga ini adalah ada dugaan sama oknum pejabat. Ada juga dugaan kami bos mereka adalah inisial AW,” ungkap Rafi.
Orator lainnya, Ilham mengakui kehadiran mereka di Polrestabes Medan merupakan wujud ungkapan kekecewaan mereka terhadap Penyidik yang belum menunjukkan perkembangan atas laporan korban pembakaran mobil tersebut.
“Terkait aksi ini, kami sangat kecewa karena respon Polrestabes Medan sampai saat ini sangat lamban bahkan sampai saat ini belum ada proses yang bisa diselesaikan,” ucap Ilham.
Usai menyampaikan aspirasinya, para mahasiswa juga bersama-sama menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Setelah itu massa meminta Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak ataupun Kasat Reskrim AKBP Bayu Putro Wijayanto untuk menemui mereka supaya memberikan penjelasan hingga sejauh mana kasus pembakaran mobil itu ditangani.
Tiba-tiba terjadi kericuhan antara mahasiswa dan polisi, serta terjadi dorong-dorongan, juga nyaris terjadi aksi pukul-pukulan. Penyebabanya lantaran polisi melarang mahasiswa untuk membakar ban di tengah jalan. Kejadian itu tak berlangsung lama setelah aparat kepolisian yang lain meredam kericuhan tersebut.
Tak lama berselang, Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Pardamean Hutahaean menemui massa pendemo. Pardamean mengucapkan terimakasih kepada massa mahasiwa yang sudah menggelar aksinya unras dengan damai.
“Satreskrim Polrestabes Medan telah menindaklanjuti laporan kasus pembakaran mobil Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Deliserdang itu,” kata Pardamean.
Polrestabes Medan meminta kepada rekan-rekan, mohon didukung dan kalau mungkin ada kekurangan tolong disampaikan kepada Penyidik kami atau ke Reskrim.
“Jadi apa yang telah disampaikan atau tuntutan kalian, saya sebagai Kabag Ops menyampaikan ini kepada Bapak Kapolrestabes Medan,” janji Kabag Ops.
Sebagaimana diketahui, mobi Pajero Sport BK 1 SN milik Indra Surya Nasution, Kamis (8/1) sekira pukul 02:00 dibakar oleh dua pria tak dikenal saat mobil di parkir di depan warkop Anugerah Jl. Pasar V Komplek MMTC Desa Medan Estate.
Usai membakar mobil, kedua pelaku melarikan diri ke arah Komplek MMTC sedangkan Indra langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Medan.
Motif pembakaran tersebut diduga karena ada pihak yang tidak senang terhadap sikap Indra yang menolak pemindahan Masjid Al Ikhlas yang akan dilakukan oleh pihak pengembang.(id23)










