Bendungan Lau Simeme Bantu Produksi Beras Di Sumut

  • Bagikan
Bendungan Lau Simeme di Kabupaten Deli Serdang. Waspada/ist
Bendungan Lau Simeme di Kabupaten Deli Serdang. Waspada/ist

Medan (Waspada) : Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara menyatakan, keberadaan Bendungan Lau Simeme di Kabupaten Deli Serdang positif untuk membantu upaya menambah produksi beras di Sumut.

“Dampak bendungan itu sangat bagus,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut Arif Mandu di Medan, Rabu.

Menurut Arif, Bendungan Lau Simeme akan menjamin ketersediaan air untuk lahan sawah.

Dengan begitu, ketika terjadi kekeringan misalnya karena El Nino, air untuk persawahan di Sumut tetap terjaga.

Ujungnya, produksi padi dan beras tidak berkurang dan bahkan bertambah sehingga harganya tidak melonjak.

“Dan saat panen petani baik, kami dapat menyerapnya dengan harga yang sesuai,” kata Arif.

Bendungan Lau Simeme dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Ditjen Sumber Daya Air.

Bendungan berkapasitas tampung 21,07 juta meter kubik dan mampu mengalirkan air 3.000 liter per detik tersebut didirikan untuk menunjang pemenuhan kebutuhan air baku, pengendalian banjir, penghasil energi serta pariwisata untuk menumbuhkan perekonomian.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan, bendungan tersebut juga akan dilengkapi dengan jaringan irigasi sebagai bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air dan irigasi demi mendukung produksi pertanian berkelanjutan.

“Pembangunan bendungan akan diikuti dengan ketersediaan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dapat segera dimanfaatkan karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” tutur Basuki.

Bendungan Lau Simeme merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, dan mulai dikerjakan pada 2017 dengan biaya sekitar Rp1,5 triliun.

Zonal Timbunan Batu

Bendungan tersebut didesain dengan tipe zonal timbunan batu yang memiliki tinggi 69,50 meter dari sungai, panjang puncak bendungan 205 meter dan luas area genangan 125,84 hektare.

Kementerian PUPR menargetkan pembangunan Bendungan Lau Simeme tersebut rampung pada semester pertama tahun 2024. Saat ini, progres bangunan tersebut sebesar 78,5 persen.

Bendungan Lau Simeme didesain dengan tipe zona timbunan batu yang memiliki tinggi 69,50 meter dari sungai, panjang puncak bendungan 205 meter dengan luas area genangan 125,84 hektare.

Kehadiran bendungan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai infrastruktur pengendali banjir di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang dengan mereduksi derasnya aliran air hulu Sungai Percut dan Sungai Deli saat musim hujan sebesar 86 m3/detik.

Selain itu kehadiran bendungan juga dapat memberikan manfaat sebagai sumber pembangkit listrik sebesar 1,00 MW dan mendukung sektor pariwisata di Provinsi Sumatera Utara yang menumbuhkan ekonomi lokal.(cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *