Medan

Bendungan Lau Simeme Diharapkan Tekan Potensi Banjir Medan–Deli Serdang

Bendungan Lau Simeme Diharapkan Tekan Potensi Banjir Medan–Deli Serdang
Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Yahdi Khoir Harahap, menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provsu serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan di ruang rapat dewan, Selasa (10/3). Waspada.id/ist
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Pengoperasian Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang, yang dikabarkan berfungsi maksimal Juli 2026 diharapkan mampu menekan potensi banjir yang selama ini kerap melanda Kota Medan dan sejumlah wilayah perbatasan Deli Serdang, terutama saat curah hujan tinggi.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Yahdi Khoir Harahap, dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provsu serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan di ruang rapat dewan, Selasa (10/3).

Menurut Yahdi, bendungan yang berada di Kecamatan Biru-biru tersebut memiliki kapasitas tampung besar sehingga mampu menahan dan mengatur aliran air dari kawasan hulu sebelum mengalir ke wilayah perkotaan yang selama ini sering terdampak banjir.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab banjir di Medan dan Deli Serdang adalah tingginya debit air yang datang secara bersamaan dari wilayah hulu saat curah hujan meningkat.

Bendungan Lau Simeme dirancang mampu mereduksi debit air hingga 289 meter kubik per detik, sehingga dapat menahan aliran air dari wilayah hulu sebelum masuk ke sistem sungai yang melintasi kawasan perkotaan.

Dengan kapasitas tampung sekitar 21,07 juta meter kubik dan luas genangan mencapai 125 hektare, bendungan ini diharapkan mampu menstabilkan aliran air saat musim hujan.

“Selama ini ketika hujan deras di wilayah hulu, air langsung mengalir ke hilir dan menyebabkan banjir di beberapa kawasan Medan dan Deli Serdang. Dengan adanya bendungan ini, air bisa ditampung terlebih dahulu sehingga debitnya lebih terkendali,” ujar Yahdi.

Ia menilai kemampuan bendungan yang dapat mereduksi debit air hingga ratusan meter kubik per detik menjadi faktor penting dalam mengurangi potensi banjir, khususnya di kawasan perbatasan Medan–Deli Serdang yang kerap terdampak genangan.

Beberapa wilayah yang selama ini menjadi perhatian antara lain kawasan Jalan Meteorologi, Jalan Pancing hingga Simpang Bhayangkara yang sering mengalami banjir ketika curah hujan tinggi.

Karena itu, Yahdi berharap bendungan yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 16 Oktober 2024 tersebut dapat segera beroperasi sesuai rencana pada Juni 2026 dan berfungsi maksimal.

“Kita optimistis Bendungan Lau Simeme bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi banjir yang selama ini menjadi persoalan di Medan dan Deli Serdang,” katanya.

Selain pengendalian banjir, bendungan ini juga diharapkan memberikan manfaat lain bagi masyarakat, seperti penyediaan air baku, irigasi pertanian, hingga potensi pengembangan energi listrik mikrohidro serta pariwisata di kawasan sekitar. (id145)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE