MEDAN (Waspada.id): Kontroversi rencana pemindahan Masjid Al – Ikhlas, Dusun VIII, Desa Medan Estate Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang, berbuntut panjang. Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jamik Sentosa Medan dengan tegas menghapus nama Awaluddin Pulungan, MA., dari daftar Mubaligh di masjid tersebut.
Penghapusan dimaksud adalah buntut pernyataan Awaluddin Pulungan, MA., selaku Ketua MUI Kec. Percut Seituan di salah satu media online yang terkesan menggampangkan proses pemindahan masjid dan menyetujui pemindahan Masjid Al – Ikhlas Medan Estate oleh perusahaan pengembang.
Gagasan penghapusan nama Awaluddin Pulungan, MA datang dari Ketua Nazir Wakaf Masjid Jamik Sentosa, Abdul Latif Balatief, SE. yang spontan disetujui oleh Ketua BKM, H. Anshori.
Kepada Waspada.id, Abdul Latif Balatief, SE. membenarkan pencoretan tersebut. Menurutnya, dengan cara pandang Awaluddin Pulungan, MA. yang menggampangkan proses pemindahan masjid, maka dia tak pantas menjadi guru apalagi panutan bagi jamaah Masjid Jamik Sentosa.
“Jika yang dia maksud pemindahan masjid adalah istibdal, sepatutnya dia belajar lebih dalam tentang kaidah-kaidah Syar’i yang menjadi syarat-syarat pokok terselenggaranya istibdal. Jangan terlalu gampang menempatkan frase demi kepentingan kemaslahatan umat sebagai pembenaran.” terang Abdul Latif Balatief, SE, Kamis (1/1).
“Perusahaan pengembang menguasai lahan seluas 14 hektar lebih di sekitar lokasi Masjid Al – Ikhlas yang sekarang. Sebagian di antaranya berseberangan langsung dengan pemukiman padat penghuni dan sarana pendidikan. Lantas kenapa Masjid dipindahkan jauh menyeberangi Desa Medan Estate hingga ke Desa Sampali di luar areal milik pengembang dan berada di areal lahan garapan?” tanyanya.
“Itu membuktikan bahwa pemindahan Masjid Al – Ikhlas lebih merupakan kepentingan bisnis komersil perusahaan pengembang. Bukan kemaslahatan umat!” tegas tokoh pergerakan keumatan ini yang juga menjadi Ketua Ormas Masyarakat Pembela Tanah Wakaf (MPTW).
Pengganti Awaluddin Pulungan, MA.
Awaluddin Pulungan, MA. selama ini secara rutin mengisi jadwal majelis taklim di Masjid Jamik Sentosa setiap Jum’at malam. Dengan penghapusan namanya oleh Pengurus BKM, maka tak ada lagi tempat baginya untuk kegiatan apapun di masjid tersebut.
Ketika ditanya tentang sosok pengganti Awaluddin Pulungan, MA., pada jadwal majelis taklim selanjutnya, Abdul Latif Balatief, SE. memastikan BKM Jamik Sentosa segera akan merekrut mubaligh pengganti. “Banyak da’i muda yang lebih pantas menggantikan posisinya.” jawabnya yakin.
“Mubaligh itu tugasnya mengajarkan Agama Islam dengan baik dan benar. Menjadi pengawal aqidah jemaahnya,” pungkas tokoh muda energik ini.
Sementara itu, Ustadz Awaludin Pulungan MA yang dikonfirmasi waspada.id via whatsApp terkait penghapusan namanya dari daftar mubaligh di Masjid Jamik Sentosa mengaku belum mengetahui penghapusan namanya dari daftar mubaligh karena BKM belum diinformasikan kepadanya.
“Saya belum tahu karena BKM belum kasih tahu dan juga tidak tau apa penyebabnya,” jawabnya.
Saat ditanya apakah karena pernyataannya di salah yang mendukung pembongkaran dan pemindahan Masjid Al Ikhlas Komplek Veteran Desa Medan Estate sehingga namanya dihapus dari daftar muballigh, Awaluddin hanya menjawab singkat, “Wallahua’lam”.(id15)











