Dengarkan Curhat Ojol Dan Pabetor, Kapolda Lakukan Langkah Bijak

  • Bagikan
Kapolda Sumut Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, M.Si saat berdialog mendengarkan curahan hati (Curhat) para driver ojek online (Ojol) dan penarik becak bermotor (Pabetor). Waspada/ist.
Kapolda Sumut Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, M.Si saat berdialog mendengarkan curahan hati (Curhat) para driver ojek online (Ojol) dan penarik becak bermotor (Pabetor). Waspada/ist.

MEDAN (Waspada): Kegiatan Kapolda Sumut Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, M.Si mendengarkan curahan hati (Curhat) para driver ojek online (Ojol) dan penarik becak bermotor (Pabetor) dinilai sebagai suatu langkah bijak. Apalagi langkah tersebut diikuti dengan penerapan kebijakan yang berorientasi pada menciptakan keamanan, keadilan dan ketertiban di Sumatera Utara.

Hal itu dikatakan Dr Dedi Sahputra, MA, dosen Fisipol Universitas Medan Area (UMA) di Medan, Jumat (30/6). Ia menanggapi apa yang dilakukan oleh Kapolda Sumut Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak yang mendengarkan Curhatan driver Ojol dan Pabetor. “Ini langkah bijak yang tentunya sebagai bahan bagi kebijakan yang terimplementasi dalam rangka semakin menciptakan rasa aman dan keadilan,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan yang diambil oleh para pimpinan memang harus dapat menyentuh kebutuhan para stakeholders, yakni masyarakat yang merasakan langsung manfaat suatu kebijakan. “Karena itu saya katakan, kegiatan Kapolda Sumut mendengarkan Curhatan driver Ojol dan Pabetor adalah langkah bijak,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, mendengar Curhat para pengendara Ojol dan Pabetor saat menggelar kegiatan bulan bakti Polri Presisi menyambut Hari Bhayangkara ke 77 tahun, Jumat (23/6).

Seperti yang diutarakan Suhendra penarik becak bermotor mengaku penumpangnya pernah dijambret, sehingga meminta Polda Sumut untuk membentuk Tim Satgas Senyap, sehingga dapat menangkap pelaku kejahatan jalanan tersebut.

“Tim Satgas Senyap ini maksudnya Pak Kapolda merupakan anggota polisi yang melaksanakan patroli jalanan tanpa mengenakan seragam atau menyamar. Sehingga keberadaannya tidak diketahui penjahat. Kami yakin dengan adanya personel ini pasti banyak pelaku kejahatan yang dapat ditangkap karena keberadaanya tidak ketahui,” akunya.

Sementara itu, Yunizar salah seorang pengendara ojek online meminta agar Polda Sumut terus meningkatkan patroli jalanan terutama pada waktu malam hingga pagi hari agar para pengendara ojol merasa aman saat bekerja.

Mendengar curahan hati itu, Irjen Panca mengucapkan terimah kasih atas masukkan yang disampaikan.

“Tentunya Polda Sumut dan jajaran akan terus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” terangnya.

Panca mengungkapkan, para pengendara ojol dan penarik becak bermotor merupakan pahlawan jalanan yang bekerja melayani masyarakat. Ia juga mengingatkan apabila para pengendara ojol dan pabetor yang melihat atau mengalami tindak kejahatan bisa langsung menghubungi polsek terdekat dan menggunakan Call Center 110.

“Call Center 110 akan merespon langsung setiap pengaduan setiap masyarakat dan tindaklanjuti,” ungkapnya seraya mohon maaf karena Polda Sumut belum maksimal memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Yakinlah Polda Sumut akan terus bekerja maksimal dalam menciptakan situasi kamtibmas tetap kondusif dan masyarakat selalu merasa aman, nyaman,” ujar Panca.

Diketahui, kegiatan bulan bakti Polri Presisi yang digelar Polda Sumut turut membagikan ratusan paket sembako dan helm kepada para pengendara ojek online (ojol) serta penarik becak bermotor (betor).
Bakti sosial yang digelar sebagai bentuk mempererat tali persaudaraan antara Polda Sumut bersama pengendara ojek online dan penarik becak bermotor di Kota Medan. (m05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *