Dinas P3APM P2KB Kota Medan Dan RSU Sri Ratu Beri PMT Bagi Anak Beresiko Stunting

  • Bagikan
Dinas P3APM P2KB Kota Medan Dan RSU Sri Ratu Beri PMT Bagi Anak Beresiko Stunting

MEDAN (Waspada): Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) dan Rumah Sakit Umum (RSU) Sri Ratu menggelar bhakti sosial mulai pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak-anak beresiko stunting pada Selasa, (18/7).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Aula RSU Sri Ratu itu bertujuan untuk percepatan penurunan stunting di Kota Medan.

“Kami mengucapkan terimakasih telah digelar kegaiatan ini, kami harapkan semua pihak berperan untuk penurunan angka stunting di Kota Medan. Begitu juga saya harapkan peran orang tua terhadap kesehatan anak. Banyaklah belajar dan bertanya kepada tenaga kesehatan ( nakes ) atau ke Puskesmas bagaimana cara agar mencegah stunting. Anak-nanak ini aset masa depan,” jelas Kepala Dinas P3APM P2KB Kota Medan, Dra Edliyati M.AP pada saat menyampaikan kata sambutannya.

Hadir Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Medan, Ikatan Dokter Indonesia Cabang Medan, Camat Medan Perisah diwakilkan Sekcam, Lurah petisah tengah, koordinator KB Kecamatan Medan Petisah, Lurah Petisah Tengah, serta jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) dan Rumah Sakit Umum (RSU) Sri Ratu. Hadir juga perwakilan BKKBN Provsu, Kepala Puskesmas Bestari.

Direktur RSU Sri Ratu, Dr Maria Sri Arinta MKM dalam kata sambutannya menegaskan bahwa ada 30 balita beresiko stunting yang diberikan makanan tambahan. Makanan tambahan itu berupa telur, bubur tim untuk balita yang hadir, serta susu.

“Dengan adanya kegiatan ini kita turut ikut serta dalam penurunan stunting. Ada 30 balita yang menerima bantuan makanan tambahan. Kita harapkan anak-anak kita di masa akan datang menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, Selain pemberian makanan, pada kesempatan ini kita juga menggelar KB gratis, dan juga Vasektomi, serta ada juga penyerahan bantuan alat kesehatan ” ujarnya.

Maria menjelaskan lagi, Akseptor cukup banyak yakni untuk IUD 2 orang, implan 22 orang serta mow ada 6 orang.

“Rumah sakit Sri Ratu ini telah bermigrasi menjadi Rumah Sakit Umum (Sri Ratu) namun katanya pelayanan unggulan tetap pelayanan ibu dan anak.

Dan pada 20 tahun lalu kita sudah memiliki alat ini tetapi sudah buram. Dengan adanya bantuan alat ini kami bisa kembali melayani lebih maksimal,” kata Maria lagi.

Sementara itu, keluarga penerima bantuan makanan tambahan tampak senang karena selain itu mereka juga mendapatkan edukasi dan informasi tentang berbagai hal kesehatan khususnya tentang stunting.

Penyerahan PMT itu langsung dilakukan Kepala Dinas P3APM P2KB Kota Medan, Dra Edliyati M.AP. (cbud)

Teks: Foto bersama usai pemberian makanan tambahan (PMT) kepada keluarga beresiko stunting.

  • Bagikan