MEDAN (Waspada.id): Pernyataan Wali Kota Medan, Rico Waas, yang mengaku masih “mencari formula” untuk mengatasi banjir di Kota Medan meski telah sembilan bulan menjabat, memunculkan tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Erikson Tobing, seorang pengamat konstruksi yang kerap mengamati isu tata kota dan penanganan banjir.
Dalam penjelasannya, Erikson memberikan komentar bernada satir ketika menanggapi klaim Wali Kota terkait pencarian “formula” tersebut.
“Mungkin Pak Rico harus nonton Formula 1 atau minum Vicks Formula 44 dulu,” ujarnya sambil tertawa.
“Kalau formula dari saya, apapun program beliau untuk mengatasi banjir pasti akan terlihat hasilnya asalkan dilakukan dengan kejujuran dan kewarasan. Tapi kalau sebaliknya, omong kosong banjir di Medan bisa diatasi.” katanya pada Selasa (18/11).
Janji Kampanye Dipertanyakan
Erikson juga menyoroti aspek lain: waktu. Menurutnya, sembilan bulan bukanlah durasi yang sebentar untuk mulai menunjukkan langkah konkret, terlebih isu banjir merupakan visi dan misi utama saat Pilkada.
Erikson kembali menegaskan bahwa persoalan banjir di Medan bukan hal baru. Bahkan beberapa wali kota sebelumnya pun belum mampu menyelesaikannya secara signifikan.
“Jangankan sembilan bulan, beberapa wali kota yang sudah menjabat lama pun tak beres-beres juga. Tapi kalau dikaitkan dengan janji kampanye, memang seharusnya sudah bisa dibuktikan dengan tindakan nyata,” katanya.
Ia menyinggung proyek pemasangan U-Ditch di Jalan Juanda sebagai salah satu contoh pekerjaan yang dinilai belum menjawab akar masalah.
“Kalau tindakan nyatanya seperti U-Ditch di Jalan Juanda itu, ya sama saja seperti wali kota sebelumnya. Yang penting jadi proyek,” ungkapnya.
Meski kritik disampaikan dengan tegas, Erikson menegaskan bahwa masyarakat tetap berharap ada perbaikan nyata.
Menurutnya, keberhasilan program penanggulangan banjir hanya dapat dicapai apabila pemerintah kota benar-benar fokus pada penataan drainase, perbaikan sistem, dan mengutamakan kepentingan publik, bukan sekadar proyek pembangunan. (Id20)










