Dosen USU Lakukan Pengabdian Masyarakat Terkait Gangguan Kejiwaan Ei Kotanopan

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan pengabdian para Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) pada saat ini dilakukan di Puskesmas Kotanopan pada 7-8 September 2023 dengan topik “Penguatan Kader Puskesmas untuk Pencegahan Orang dengan Gangguan Masalah Kejiwaan di Desa Hutanangka Muara Tagor, Kotanopan”.

Penguatan kader puskesmas menjadi salah satu cara atau solusi yang dapat dilakukan kepada mitra pengabdian. Hal tersebut disebabkan karena adanya keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental di Desa Hutanangka Muara Tagor, ini karena kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih dan kurangnya sarana prasarana yang memadai.

Puskesmas memiliki peran strategis sebagai pusat pelayanan kesehatan primer di Desa Hutanangka Muara Tagor. Dalam konteks ini, penguatan kader puskesmas menjadi sangat penting agar mereka dapat memberikan layanan kesehatan mental yang holistik dan berkualitas.

Tim Pengabdi, Destanul Aulia,SKM, MBA, MEc, Ph.D menjelaskan pada tanggal 7 September 2023, kegiatan pertama pengabdian diawali dengan kata sambutan dari Kepala Puskesmas dan Kepala Sub Bagian Kotanopan dari pihak mitra pengabdian, serta kata sambutan dari Destanul Aulia,SKM, MBA, MEc, Ph.D. Kegiatan berikutnya pemberian materi pertama oleh Ibu Dr. Meutia Nauly M.Si., Psikolog tentang Pengembangan Komunitas Kader Puskesmas dalam Mental Sehat” menjadi salah satu materi penting dalam menghimbau dan mengkader mitra pengabdian.

Katanya, kegiatan kader yang dapat dilakukan oleh Puskesmas Kotanopan salah satunya dengan kegiatan posyandu masyarakat. Dimana manfaat adanya kegiatan posyandu masyarakat itu meliputi memperoleh pengetahuan mengenai masyarakat, membekali remaja keterampilan hidup sehat, sebagai sarana sosialisasi remaja, kesehatan terus terpantau.

Kemudian pada pengabdian itu di hari berikutnya, pada tanggal 8 September 2023 tim pengabdian dan mitra kembali melakukan pertemuan pemberian materi kedua dan berdiskusi.

Materi kedua menjelaskan tentang implementasi kesehatan mental dalam mengurangi depresi, ketidakpercayaan diri, dan stress dikalangan remaja.

Sementara itu, lainnya, latihan berpikir positif yang dapat dilakukan dengan cara berhenti berpikiran negative (thought stopping), menuliskan pikiran alternatif untuk menggantikan pikiran negative yang muncul, menuliskan kalimat posited dan diucapkan sebagai bentuk penguatan. (Cbud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *