DP MUI Medan Beri Taushiyah Sikap Umat Islam Sambut Pergantian Tahun Baru 2024 M

  • Bagikan
DP MUI Medan Beri Taushiyah Sikap Umat Islam Sambut Pergantian Tahun Baru 2024 M

MEDAN (Waspada): Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Medan memberi taushiyah tentang sikap umat Islam menyambut pergantian tahun baru 2024 Masehi.

Taushiah terdiri atas empat poin tersebut ditandatangani Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr Hasan Matsum, M Ag dan Sekretaris Umum MUI Kota Medan, Dr Syukri Albani Nst pada 26 Desember 2023, merupakan peran membimbing dan melayani umat (ri’ayah wa khidmatul ummah).

“Dalam melaksanakan peran tersebut MUI secara terus-menerus menyampaikan nasihat, himbauan, taushiyah, bahkan fatwa agar umat Islam senantiasa berada pada jalan kebenaran dan terhindar dari kesalahan dalam bersikap, berkata, berbuat, dan perilaku lainnya,” ujar Hasan Matsum.

Untuk taushiyah masuknya pergantian tahun baru 2024 Masehi, dipaparkan Hasan Matsum yakni, agar segenap umat Islam melakukan introspeksi diri (muhasabah), tetap berupaya untuk mempertahankan dan meningkatkan perbuatan baik yang pernah dilakukan serta meninggalkan sikap dan perilaku buruk yang pernah ada di tahun 2023 Masehi.

Kemudian untuk mensyukuri nikmat Allah SWT atas pergantian tahun dan menyambut tahun 2024 Masehi, agar segenap umat Islam melaksanakan zikir berjamaah, shalawat, taushiyah, dan berdoa bersama untuk keselamatan dan kemajuan bangsa dan negara serta selalu menjaga suasana rukun, damai, dan kondusif, khususnya dalam menghadapi pemilu tahun 2024.

Umat Islam tidak menyambut pergantian tahun 2024 Masehi ini, dengan perbuatan yang bertentangan nilai ajaran agama, seperti mengenakan atribut keagamaan yang merupakan identitas, ciri khas atau tanda tertentu dari agama lain dan tidak ikut serta membunyikan petasan, menyalakan kembang api, meniup terompet dan perilaku pemborosan (mubazir) lainnya.

“Kepada segenap pengurus MUI Kota Medan dan DP MUI Kecamatan se- Kota Medan, Pimpinan Ormas Islam, Majelis Taklim, Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan seluruh elemen masyarakat agar dapat menyebarluaskan dan mempedomani taushiyah ini,” tutur Hasan Matsum. (h01)

Foto

Ilustrasi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *