MEDAN (Waspada.id) – Kondisi pabrik tahu di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, yang jorok dan menimbulkan bau busuk memicu Komisi IV DPRD Medan mendorong OPD Pemko Medan memberikan pembinaan kepada pelaku UMKM. Tujuannya agar produksi tahu terjamin higienis dan aman dikonsumsi masyarakat.
Selasa (27/1), Komisi IV DPRD Medan bersama unsur OPD Pemko Medan meninjau pabrik tahu milik Rudi Surano di Jl RPH Lingkungan 10. Kunjungan dilakukan menyusul pengaduan warga mengenai limbah pabrik yang mencemari lingkungan sekitar dan menimbulkan bau tidak sedap.
Ketua Komisi IV, Paul Mei Anton Simanjuntak, menyatakan keprihatinannya atas kondisi pabrik yang kotor dan tidak tertata. Ia meminta aparatur kelurahan dan dinas terkait, termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Medan, memberikan pembinaan agar pelaku UMKM mampu menghasilkan produk yang higienis.
“Kita prihatin melihat kondisi pabrik seperti ini. OPD harus membina pelaku usaha agar produksinya bersih dan aman. UMKM bisa berkembang jika kualitas produknya terjaga,” kata Paul.
Paul juga mengingatkan Rudi untuk selalu menjaga kebersihan proses produksi tahu. “Kita tidak menentang pengusaha, tapi mereka harus mematuhi aturan dan menjaga higienis produknya, apalagi tahu ini banyak diminati masyarakat luas,” ujarnya.
Rudi mengaku bahwa pabriknya belum memiliki saluran drainase sendiri dan selama ini memanfaatkan parit dekat tol. Ia juga menyebut mengalami kesulitan dalam mengurus izin, termasuk PBB, dan berharap pemerintah dapat menyediakan wadah dukungan bagi pelaku UMKM.
Dengan pembinaan yang tepat, diharapkan kualitas produksi tahu di Medan dapat meningkat, kesehatan konsumen terjamin, dan dampak limbah terhadap lingkungan dapat diminimalkan. (id140)











