Medan

Dua Hari Direndam Banjir, Ribuan Warga Kelurahan Sei Mati Medan Labuhan Terisolir

Dua Hari Direndam Banjir, Ribuan Warga Kelurahan Sei Mati Medan Labuhan Terisolir
Dua warga Komplek TKBM Lingkungan 18 Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, berjalan di genangan air yang menggenangi ribuan rumah warga, Minggu (30/11). Waspada.id/ist
Kecil Besar
14px

*Bantuan Sembako Belum Datang

MEDAN (Waspada.id): Kawasan Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan terisolir selama dua hari hingga Minggu (30/11) setelah guyuran hujan deras menggenangi ribuan rumah. Akses keluar masuk pun tak bisa diterobos sehingga bantuan tak kunjung datang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN

Banjir yang mengepung Kelurahan Sei Mati dengan ketinggian bervariasi mulai dari sebetis orang dewasa, sepinggang hingga sedada.

Diperkirakan 1000 rumah warga, 18 Lingkungan di Kelurahan Sei Mati dimasuki air banjir. Lingkungan 12,15,17 dan 18 adalah yang paling parah terdampak oleh banjir di Kelurahan Sei Mati, sementara warga mengaku belum mendapat bantuan dari Muspika Kecamatan Medan Labuhan.

Seorang warga Syamsul Lubis ,55, saat ini sedang mengungsi ke masjid karena rumahnya nyaris tenggelam sedangkan bantuan dari Muspika Medan Labuhan dan Pemko Medan belum terlihat datang.

“Ratusan warga mengungsi di masjid dan gereja. Kami belum mendapat bantuan sembako dari Pemko Medan atau Muspika Medan Labuhan,” ujar Lubis, warga Komplek TKBM Lingkungan 18, Minggu (30/11).

Dijelaskan Lubis, ribuan warga Kelurahan Sei Mati sangat mengharapkan bantuan tenda atau Posko dari Pemko Medan secepatnya karena dikhawatirkan warga akan menderita sakit jika bantuan kemanusiaan tidak segera disalurkan kepada warga yang terdampak banjir.

Akses jalan melalui terowongan jalan tol yang selalu dilintasi warga pun dipenuhi air banjir sehingga tak dapat dilalui.

Sementara jalan alternatif melalui Simpang Cing Wan tidak bisa dilewati setelah banjir setinggi pinggang orang dewasa masih menggenangi kawasan tersebut.

Tokoh Pemuda Kecamatan Medan Labuhan Ali Hidayat, sangat menyesalkan Walikota Medan yang terkesan tutup mata dengan musibah yang menimpa warganya.

“Saat-saat beginilah kita melihat karakter pejabat yang tak mempunya hati. Kalau mereka seorang pemimpin tentunya mereka datang, melihat dan menyapa warganya,” sebut Ali Hidayat.(id15)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE