Dugaan Penipuan, Bendahara DPC PDI-P Medan Dilapor Ke Polda Sumut

Boydo; Kalau Tak Terbukti Saya Lapor Balik

  • Bagikan
Dugaan Penipuan, Bendahara DPC PDI-P Medan Dilapor Ke Polda Sumut

MEDAN (Waspada): Bendahara DPC PDI-Perjuangan Kota Medan berinisial BHKP dilapor ke Polda Sumut oleh David Gordon Sigalingging, 53, warga Padangbulan, Medan Selayang, Senin (4/12).

Boydo yang juga Bacaleg PDI-P Kota Medan itu dilaporkan atas dugaan tindak pidana penipuan/perbuatan curang sesuai UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHPidana Pasal 378 KUHP Junto 372.

Kuasa hukum Pelapor, Bambang Samosir, SH, MH kepada wartawan di Mapolda Sumut menjelaskan, kasus itu bermula sekira Januari 2023.

Saat itu Terlapor meminjam uang Rp2 miliar kepada kliennya (Pelapor) untuk keperluan pengerjaan proyek di Pemko Medan yang akan dimulai Juli 2023, dengan perjanjian mengembalikan uang itu pada Marer 2023.

Terlapor kemudian mentransfer uang secara bertahap ke rekening Terlapor sejumlah Rp2 miliar. Namun hingga Maret 2023, Terlapor tidak mengembalikan utangnya. Dia meminta perpanjangan hingga Juli 2023.

Menurut Bambang Samosir, sesuai surat perjanjian uang dikembalikan 17 Juli 2023, namun Terlapor kembali ingkar janji.

“Pelapor sudah meminta secara baik-baik namun hanya diberikan janji, dan setiap dihubungi tidak pernah diangkat. WhatsApp juga tidak berbalas. Jadi kami duga niat baiknya tidak ada,” sebutnya.

Sebab itu, diaa meminta Polda Sumut memproses laporan, agar kliennya mendapatkan keadilan.

Sementara, Pelapor David Gordon Sigalingging mengatakan, dia sudah sangat sabar, namun niat baiknya dibalas dengan cara yang tidak baik.

“Pernah Terlapor memberikan cek senilai Rp2 miliar, tapi kosong. Saya sangat menderita dengan keadaan ini. Saya berharap laporan ini segera diproses, sehingga saya bisa bekerja dengan baik,” ujarnya, seraya mengatakan Terlapor Bendahara di DPC Partai PDI- P Kota Medan.

Lapor Balik

Dihubungi terpisah, Boydo Panjaitan mengatakan akan melapor balik David Gordon Sigalingging jika laporan itu tidak terbukti. “Silahkan saya buat laporan, namun jika tidak terbukti, saya akan melapor balik,” ujarnya kepada Waspada.

Boydo mengaku mengenal Pelapor dan mengaku hanya sebagai perantara peminjaman uang tersebut. Dia juga mengatakan telah berencana melaporkan orang yang meminjam ke Polrestabes Medan.

“Saya jelaskan bahwa saya hanya perantara, dan Pelapor mengetahui uangnya itu dialokasikan kemana saja dan kepada siapa saja. Saya juga sudah berencana melaporkan orang yang menerima uang itu ke Polrestabes,” katanya menduga laporan terhadap dirinya ke Poldasu karena unsur politis, mengingat dia kembali maju untuk DPRD Medan.(m10)

Waspada/Ist
Korban penipuan didampingi kuasa hukumnya usai membuat laporan ke Polda Sumut, Senin (4/12).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *