Edy Rahmayadi Optimis Masyarakat Memilih Sesuai Hati Nurani

  • Bagikan
KETUA TPD AMIN Sumut Edy Rahmayadi, memperlihatkan jarinya, tanda telah memberikan hak pilihnya. Waspada/Ist.
KETUA TPD AMIN Sumut Edy Rahmayadi, memperlihatkan jarinya, tanda telah memberikan hak pilihnya. Waspada/Ist.

MEDAN (Waspada):  Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD)  Capres – Cawapres Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) Sumut, Edy Rahmayadi mengaku optimis. Masyarakat akan memilih para pemimpin dan wakil – wakil mereka dilembaga legislatif sesuai dengan hati nurani dan keinginan mereka. Sekalipun  ditemukan banyak indikasi dugaan kecurangan Pemilu.

Ketua TPD AMIN Sumut Edy Rahmayadi, mengatakan itu, Rabu (14/12) pagi. Yakni usai dia menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara Pemilu 2024.  Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) periode 2018 – 2023  Edy Rahmayadi bersama keluarga memilih di TPS 42, Jalan Karya Bakti, Kecamatan Medan Johor.

Kepada wartawan yang menemuinya usai memberikan hak suara, Edy Rahmayadi bercerita. Dia bilang, terjadi banyak indikasi  kecurangan  pada Pemilu tahun ini. Tidak jauh-jauh,  Asisten Rumah Tangga (ART)- nya pun  menjadi korban money politic atau yang disebut serangan fajar.  ART saya aja didatangin sama serangan fajar,” katanya.

Kata mantan Pangkostrad itu,  ART-nya  diberikan uang Rp 200 ribu.  “Sudah jelas ART saya, bukan diimingi-imingi lagi, sudah dikasih, tadi malam, Rp 200 ribu. Diterima lah, Alhamdulillah kek gitu,” tutur Edy.

Begitupun, Edy Rahmayadi mengaku yakin dan optimis, kalau masyarakat tidak akan terpengaruh dengan upaya mempengaruhi seperti itu. Katanya,  masyarakat sudah bijak dan pintar dalam memilih pemimpin masa depannya, termasuk wakil rakyatnya yang duduk di DPR RI hingga DPRD Kabupaten/Kota.

Berkaitan dengan itu, Edy Rahmayadi,  mengimbau masyarakat bila mendapat intimidasi terkait dengan Pemilu 2024, untuk melapor ke Kantor TPD Amin Sumut, di Jalan Sudirman, Medan. Katanya, sebelum hari ini (hari pencoblosan), sudah banyak sekali laporan tentang kecurangan Pemilu yang masuk. “Kalau saat mencoblos masih juga ada yang curang, itu keterlaluan lah,” katanya. (m07)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *