Medan

Edy Rahmayadi: PKS Jangan Bangun Narasi Menyudutkan

Edy Rahmayadi: PKS Jangan Bangun Narasi Menyudutkan
EDY Rahmayadi. Waspada/ist
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada): Merasa terus disudutkan dengan pernyataan-pernyataan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), akhirnya bakal calon Gubsu Edy Rahmayadi, buka suara.

Dia meminta PKS Sumut tidak mencari pembernaran dengan membangun narasi yang menyudutkan dan merugikan dirinya. Bila terus begitu, Edy Rahmayadi mengaku, bisa tidak tahan, dan akan membuka hal yang sebenarnya terjadi.

Gubsu periode 2018 – 2023 Edy Rahmayadi, mengatakan itu kepada wartawan, di Kediamannya, Taman Edukasi Buah Cakra, Delitua, Minggu (18/8).

Dia mengaku sangat terganggu dengan pernyataan-pernyataan pihak PKS yang menyudutkan dirinya, sehingga partai itu tidak mendukungnya di Pilgubsu 2024.

Sejak PKS mendukung Bobby Nasution, di Pilgub 2024, berbagai argumentasi disampaikan petinggi PKS, kenapa mereka mendukung Bobby Nasution.

Mulai dari waktu yang diberikan kepada Edy, untuk mencari Parpol lain sebagai koalisi, adanya 9 MoU yang disepakati PKS dan Bobby Nasution, sampai pernyataan politisi senior PKS Tifatul Sembiring, yang menyinggung Gubsu sudah cukup lama dijabat oleh orang tidak bermarga lokal. “Walaupun itu tidak benar sama sekali, tapi saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan apapun,” katanya.

Hal yang membuat Edy Rahmayadi semakin gerah, ternyata, semakin hari pihak PKS terus saja mengeluarkan pernyataan pembenaran.

Tujuannya, agar masyarakat memaklumi, PKS akhirnya mendukung bakal calon lain. Malah informasi terakhir yang dia dengar, PKS saat ini mulai masuk ke pengajian-pengajian, dengan membangun narasi bahwa bukan PKS yang meninggalkan Edy Rahmyadi, tapi, Edy Rahmayadi lah yang tidak mau didukung PKS.

“Saya ingatkan PKS. Jangan mencari cari pasal pembenaran. PKS lah yang paling tahu mengapa tidak mendukung saya. Jangan menebar kebohongan. Karena saya juga butuh elektabilitas. Sekarang saya masih bisa tahan. Tapi kalau dengan pernyataan-pernyataan itu mengganggu elektabilitas saya, maka akan ungkapkan apa yang sebenarnya, terjadi,” kata Edy Rahmayadi, yang mantan Pangkostrad itu.

Edy Rahmayadi, mengaku awalnya merasa kecewa dengan keputusan PKS yang tidak mendukungnya di Pilgub 2024. Terlebih, dia sudah sangat dekat dengan PKS selama ini.

“Yang saya belum punya hanya KTA (Kartu Tanda Anggota) PKS saja. Tapi, seluruh aktivitas saya selama ini, selalu bersama PKS,” sebutnya.

Namun, Edy Rahmayadi, mengaku akhirnya dapat memaklumi keputusan PKS selanjutnya yang tidak mendukungnya. Dan atas putusan PKS itu, dia mengaku tidak pernah membuat pernyataan ke publik yang menyudutkan PKS. “Tapi, (PKS) jangan kemudian membuat pernyataan-pernyataan yang menyudutkan saya. Sampaikanlah yang benar itu benar dan yang salah itu salah,” katanya.

Menjawab wartawan, Edy Rahmayadi mengaku tidak ingin mempersoalkan mengapa akhirnya PKS mendukung rezim dan politik dinasti.

Padahal sebelumnya, hal itu ditentang keras oleh PKS. “Biarlah itu menjadi pilihan mereka. Poin saya adalah, janganlah terus memojokkan saya dengan membangun narasi-narasi yang tidak benar. Karena, sekali lagi saya bilang, kalau nantinya sampai mengganggu elektabilitas saya, maka saya akan bereaksi,” ujarnya.

Disinggung mengenai adanya sembilan alasan PKS mendukung Bobby Nasution, seperti komitmen pembangunan infrastruktur, pemberantasan Narkoba, pengembangan iklim usaha, masalah kriminal, permudah akses pendidikan, merangakul semua elemen masyarakat, program keummatan, dan good and clean governance (mewujudkan pemerintahan yang baik), serta mendukung kemerdekaan Palestina, Edy Rahmayadi, hanya menjawab: “Tidak ada dari 9 yang ditulis PKS itu, satupun yang membenarkan PKS tidak mengusung saya,” sebutnya. (m07)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Respon (2)

  1. Saya tetap dukung bapak Edy Rahmayadi sebagai cagubsu meski saya ketua DPRA PKS Kel paya pasir kec Medan Marelan.
    Lanjutkan Bapak Edy Rahmayadi

  2. Jangan membuang energi ke hal-hal yang dirasa merugikan fokus saja apalagi tidak jadi melawan mantu malaikat padahal kita kepengen bangat yang namanya mantu malaikat itu karena belum pernah melihat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE