MEDAN (Waspada.id): Persoalan banjir yang kerap menggenangi permukiman, kondisi jalan rusak, hingga akses layanan kesehatan mencuat dalam kegiatan Reses II Tahun Sidang II 2025–2026 Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi Partai Demokrat, Fajri Akbar, SH, yang digelar di Jalan Menteng VII, Gang Ahli Waris, Kecamatan Medan Tenggara, Sabtu (6/2).
Kegiatan reses yang diawali doa bersama dan dialog terbuka tersebut menjadi wadah warga menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat. Fajri menegaskan reses merupakan amanat negara yang bertujuan menyerap kebutuhan riil masyarakat di daerah pemilihan. Ia menyebut reses dilaksanakan di 11 kecamatan Dapil Sumut I dengan jumlah pemilih sekitar 1 juta orang.
Dalam dialog, warga mengeluhkan banjir yang semakin sering terjadi di kawasan Menteng, khususnya di sekitar pinggiran jalan tol. Warga menilai tidak adanya bak penampungan air menyebabkan luapan air masuk ke rumah meski hujan hanya berlangsung singkat. Mereka meminta PT Jasa Marga membangun kolam penampungan untuk mencegah banjir berulang.
Anto, warga Jalan Menteng Gang Sari Bulan, mengatakan hujan sebentar saja sudah menyebabkan genangan. Sementara Tuti, warga Gang Ahli Waris, menyebut wilayahnya sebelumnya puluhan tahun tidak pernah banjir, namun kini kerap terdampak.
Keluhan lain datang dari Rostia br Siburian yang menyoroti kondisi jalan rusak dan drainase yang tidak berfungsi. Ia menyebut perbaikan parit di Gang Ahli Waris sudah pernah diusulkan, namun hingga kini belum direalisasikan. Warga juga meminta perhatian terhadap akses jalan menuju rumah ibadah.

Warga menyampaikan aspirasi. Waspadi.id/ist
Selain infrastruktur, isu layanan kesehatan turut disampaikan. Kepala Lingkungan Menteng VII Lingkungan IV, Rudi Manurung, mempertanyakan mekanisme Universal Health Coverage (UHC) bagi warga yang harus berobat ke luar kota serta menanyakan kemungkinan kelompok lanjut usia menerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi hal tersebut, Fajri menjelaskan bahwa UHC bagi warga Kota Medan dapat digunakan sesuai ketentuan, termasuk di luar daerah. Ia meminta warga segera melapor jika terjadi penolakan pelayanan. Terkait MBG, ia menegaskan program tersebut saat ini masih diperuntukkan bagi balita, ibu hamil, dan pelajar.

Terkait banjir, Fajri mengakui terdapat sejumlah faktor penyebab, di antaranya tanggul yang jebol serta debit air yang tidak menentu. Ia menegaskan akan melakukan mitigasi banjir dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta Pemko Medan guna percepatan penanganan.
Sebagai anggota Komisi E DPRD Sumut, Fajri juga menegaskan komitmennya mengawal sektor kesehatan, termasuk memastikan Rumah Sakit Haji Medan memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.
Seluruh aspirasi warga yang dihimpun dalam kegiatan reses tersebut akan dirangkum dan disampaikan ke DPRD Sumatera Utara untuk ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program pemerintah daerah. (id166)











