Forwakes Sumut Harap Kolaborasi dengan Dinkes Medan Semakin Baik

  • Bagikan
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menerima audiensi pengurus Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut, Kamis (25/1). Waspada/Ist
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menerima audiensi pengurus Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut, Kamis (25/1). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menerima audiensi pengurus Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut, Kamis (25/1).

Pengurus Forwakes yang dipimpin oleh Mahbubah Lubis diterima oleh Kadis Kesehatan Medan dr. Taufik Ririansyah diwakili Sekretaris Dinkes Medan Edi Subroto didampingi Kabid Kesmas dr. Helena Rugun N. Nainggolan.

Dalam audiensi tersebut, Mahbubah Lubis atau yang akrab disapa Budi berharap agar kolaborasi dengan Dinkes Medan semakin baik lagi.

Sebab, ada beberapa program Forwakes Sumut salah satunya mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan dan seminar kesehatan yang membutuhkan kolaborasi dengan Dinkes Medan.

“Di lapangan kami juga sering menerima aduan dan keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, masyarakat yang belum ada KIS (Kartu Indonesia Sehat), inilah yang perlu kita advokasi ke Dinkes agar tak ada lagi masyarakat Medan yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, seperti harapan Wali Kota Medan Bobby Nasution,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Medan Edi Subroto menyambut baik program Forwakes Sumut. Dia berharap hubungan yang sudah terjalin baik selama ini semakin baik di tahun 2024.

“Forwakes Sumut ini bisa sebagai perpanjangan tangan dan lidah kami dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan adanya Forwakes, pesan kesehatan bisa lebih massif lagi sampai ke masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu juga, Edi menyampaikan penetapan kinerja Dinkes Medan dibawah kepemimpinan dr. Taufik Ririansyah di atas target yang telah ditetapkan pada 2023.

Adapun indikator kinerja yang melampaui target yakni Indeks Kesehatan (target 74, realisasi 81,56); Persentase cakupan layanan jaminan kesehatan semesta (Universal Health Coverage/UHC) (target 97, realisasi 98,28), Prevalensi Stunting (target 028, realisasi 0,16); Persentase penanggulangan kejadian luar biasa « 24 jam (target 100, realisasi 100); Persentase pencapaian indeks pelayanan SPM bidang Kesehatan (terget 72, realisasi 82,50), Persentase puskesmas yang telah terakreditasi paripurna (target 24, realisasi 65,85) dan Indeks Kepuasaan Masyarakat (target 82, realisasi 82).

“Intinya, semua capaian di atas target,” kata Helena.

Dr. Helena Rugun menyampaikan, Dinkes Medan melalui Puskesmas gencar melakukan kunjungan ke rumah guna melakuka pemeriksaan kesehatan terhadap Lansia dan lainnya, sehingga kesadaran masyarakat untuk memeriksa kesehatan semakin tinggi.

“Terkait program UHC, Puskesmas bersama pihak kelurahan juga melakukan sosialisasi ke masyarakat kota Medan, sehingga masyarakat memahami prosedur UHC BPJS Kesehatan ini, tidak bisa serta masyarakat yang sakit langsung ke rumah sakit karena ada 144 diagnosa penyakit yang bisa diselesaikan di Puskesmas tanpa harus ke rumah sakit, kecuali kondisi emergency dan gawat darurat,” imbuh Rugun.(cbud)

  • Bagikan