Gaji Masih Tertunggak, Karyawan PT. PSU Tanjung Kasau Minta-minta Di Jalan

  • Bagikan
AKSI turun ke jalan yang dilakukan para karyawan PT PSU Perekebunan Tanjung Kasau, Kab Batubara. Waspada/ist
AKSI turun ke jalan yang dilakukan para karyawan PT PSU Perekebunan Tanjung Kasau, Kab Batubara. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Pj Gubernur Sumut, Hassanudin, diminta agar segera merespon persoalan gaji para karyawan PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU) yang hingga kini sudah memasuki 3 bulan belum juga dibayarkan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Daerah (PD) Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (FSPPP) SPSI Sumut, Suriono, di Medan, Rabu (20/3).

Sebab menurut Suriono, pihaknya telah menerima laporan bahwa, akibat berlarutnya pembayaran gaji itu, puluhan karyawan dan istri-istrinya di PT PSU Tanjung Kasau, Kab Batubara, nekat turun ke jalan dan meminta-meminta kepada pengendara yang lewat di Jalan Lintas Sumatera, Simpang Tanjung Kasau, Batubara. Aksi ini dilakukan pada Senin (17/3) kemarin.

“Sangat miris kita melihat ini. Mereka melakukan itu sebagai respon dari unjukrasa di Kantor Gubsu pada pekan lalu yang hasilnya masih nihil. Ini spontanitas dan tidak bisa dibendung lagi karena belum dibayarnya upah selama dua bulan, makanya para karyawan dan keluarga meminta-minta ke jalan,” kata Suriono.

Menurutnya, karyawan PT PSU sudah tak sanggup lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara, mereka masih terus diminta untuk tetap bekerja tanpa digaji. Hal ini tentu sangat tidak manusiawi.

“Mereka itu tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhan hidupnya. Beli beras saja susah, bayar listrik dan bayar uang sekolah anak juga jadi terkendala. Karena itulah, kita meminta ke Pj Gubsu agar merespon persoalan ini. Jangan sampai para karyawan ini terus dibiarkan meminta-minta di jalan,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri ini, akan semakin besar beban tanggungjawab PT PSU terhadap para karyawan.

“Ini kalau dibiarkan terus, pastinya masuk lagi bulan berikutnya. Sementara Januari, Februari saja belum tuntas. Sekarang, sudah bulan Maret. Belum lagi nanti bagaimana THR para karyawan. Ini menjadi beban besar bagi perusahaan,” sebutnya.

Disampaikannya, aksi turun ke jalan bukan hanya dilakukan karyawan PT PSU Perkebunan Tanjung Kasau, tetapi, PT PSU di Kab Serdangbedagai dan Mandailing Natal, juga menggelar aksi mogok.

Ia mengatakan, PD FSPPP-SPSI Sumut, yang terus memperjuangkan hak-hak para karyawan PT PSU, akan terus mengawal persoalan ini, hingga perusahaan milik Pemprov Sumut itu membayar sepenuhnya gaji tersebut.

“Kita merasa malu dan prihatin melihat ini. Mereka itu bukan hanya sebagai karyawan, tetapi mereka-mereka juga warga Sumut. Bagaimana Sumut bermartabat, kalau masih ada warganya dibiarkan mengemis di jalan,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap agar Pj Gubsu tidak tutup mata terhadap nasib para karyawan PT PSU dan segera menuntaskan pembayaran gaji tersebut. “Permintaan mereka cuma satu, bayarkan segera gaji tersebut,” pungkasnya. (m15)

  • Bagikan