MEDAN (Waspada.id): Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) resmi membentuk Resimen Ekologi GEKIRA sebagai badan semi-otonom yang akan memimpin gerakan tanam 100 juta pohon di seluruh Indonesia.
Organisasi sayap dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) itu menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif dalam agenda pemulihan dan pelestarian lingkungan secara nasional.
Pembentukan Resimen Ekologi ditandai dengan penyerahan mandat Komandan Nasional kepada Laurencus Pakpahan oleh Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, dalam seremoni di Sekretariat PP GEKIRA, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Nikson menyatakan, pembentukan resimen tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi GEKIRA dalam isu-isu lingkungan hidup. Ia menegaskan bahwa gerakan tanam 100 juta pohon bukan sekadar program seremonial, melainkan aksi nyata yang akan dilaksanakan secara bertahap dan terukur dengan melibatkan kader hingga tingkat daerah.
“Gerakan ini adalah komitmen jangka panjang. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Menanam 100 juta pohon adalah bagian dari tanggung jawab moral dan kebangsaan,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai bencana alam yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi peringatan bahwa keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian ekologis harus dijaga secara serius dan konsisten.
Langkah GEKIRA ini juga disebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan, kedaulatan energi, dan ketahanan pangan berbasis kepentingan rakyat.
Ketua Dewan Pembina PP GEKIRA sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, turut mendorong agar gerakan ekologis menjadi bagian dari strategi besar pembangunan nasional yang visioner dan berkelanjutan.
Sementara itu, Laurencus Pakpahan menyatakan pihaknya segera menyusun struktur Resimen Ekologi hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota guna memastikan target 100 juta pohon dapat direalisasikan secara bertahap.
“Kami akan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas, gereja, dan elemen masyarakat lainnya. Gerakan ini harus menjadi gerakan bersama demi masa depan generasi mendatang,” tegasnya.
Dengan terbentuknya Resimen Ekologi, GEKIRA menegaskan komitmennya untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan. (id23)












