MEDAN (Waspada.Id): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menyampaikan belasungkawa sangat mendalam. Yakni atas peristiwa yang memilukan hati. Dimama, siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakhiri hidupnya, karena keluarganya kurang mampu menanggung biaya pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut Alexander Sinulingga, menyamlaikan itu kepada wartawan, Rabu (4/2). Dia mengatakan, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution, sangat prihatin atas peristiwa yang terjadi tersebut.
“Pak Gubernur Sumut menyampaikan belasungkawanya atas kejadian ini. Tentunya ini sangat menggemparkan dunia pendidikan di Indonesia,” Alex Sinulingga.
Disampaikan Alex, Pemprovsu sangat berharap, kejadian memilukan seperti itu tidak sampai terjadi di Sumut. Karena itulah, berbagai program telah dilakukan. Salah satunya lewat program pendidikan gratis bagis siswa. “Pak Gubernur, jauh sudah memikirkan nasib para siswa-siswi di Sumut, agar tidak ada lagi yang putus sekolah karena perekonomian keluarga,” kata dia.
Disampaikan Alex, Pemprovsuv
menyiapkan Rp 43 miliar untuk menjalankan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) bagi siswa SMA/SMK/SLB negeri se-Sumut tahun ini.
Kata Alex, program ini, awalnya akan dilaksanakan di lima kabupaten/kota, yakni Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, dan Gunungsitoli.bJumlah siswa SMA/SMK/SLB negeri di Kepulauan Nias sebagai penerima manfaat program tersebut 41.000 orang dengan jumlah anggaran Rp21 miliar.
Selain itu, menurut Alex, pihaknya juga menerapkan hal serupa di lima kabupaten/kota terdampak bencana, yakni Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Langkat. Untuk di daerah bencana, ada 51 ribu murid yang terdampak. Jika dikalkulasikan anggaran yang akan dipergunakan Rp 22 miliar.
“Program PUBG ini berlaku daerah-daerah yang sudah ditetapkan, yakni Kepulauan Nias dan lima daerah terdampak bencana atas arahan Gubernur Sumut. Berlaku untuk keseluruhan, bukan hanya kecamatan tertentu,” kata Alex. (id133)











