Harian Waspada Pilihan Magang Mahasiswa STAI As Sunnah

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Harian Waspada menjadi pilihan magang mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) As Sunnah Jl. Tj. Morawa Desa Bangun Sari.

Ada empat orang mahasiswa yang melaksanakan magang di Harian Waspada. Mereka adalah Andri Azhar Manurung, Ardian Prayoga, Billy Prastiyo, dan Muhammad Bayu Pratama.

Setiap hari selama tiga minggu, mahasiswa ini mengikuti rapat bersama wartawan pembimbing Muhammad Ferdinand Sembiring. Mereka ditugaskan langsung meliput bersama wartawan yang bertugas di Pengadilan Negeri Medan.

Hasil dari liputan, mereka tuliskan dalam bentuk berita dan dikoreksi Ferdinand yang juga Asisten Redaktur Kota Medan. Jumat (10/2), kegiatan magang mahasiswa tersebut selesai.

Bersama Dosen Pembimbing Lapangan Rasid Husin, empat mahasiswa itu menyampaikan terimakasih kepada Redaksi Harian Waspada yang diwakili Zulkifli Harahap selaku Redaktur Kota Medan bersama reporter Anum Saskia. Bincang-bincang terkait pengalaman mahasiswa magang ini di lapangan saat meliput dan membuat berita.

Namun secara umum, mahasiswa ini merasa bangga bisa magang di Harian Waspada. Dalam pandangan mereka koran ini masih memiliki daya tarik yang kuat sebagai bahan bacaan dan menjadi inspirasi dalam membuat tulisan.

Setelah ini, kata Rasid Husein, pihaknya akan memagangkan lagi mahasiswa di Harian Waspada, utamanya dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Harian Waspada yang memberi kesempatan pada mahasiswa kami bisa magang di tempat yang kami kenal sebagai koran tertua di Sumut. Sayapun pernah magang di sini dan banyak sekali ilmu yang saya dapatkan selama magang dan bisa diterapkan di tempat kerja sekarang. Kamipun berharap masih diberi kesempatan magang disini,” tuturnya.

Menyahuti hal itu, Redaktur Zulkifli Harahap mengatakan, bahwa Harian Waspada siap menerima mahasiswa yang akan magang.

“Waspada siap menerima mahasiswa yang magang dan terimakasih masih mempercayai Harian Waspada sebagai tempat magang. Ilmu yang didapatkan selama magang, bisa diterapkan dalam membuat berita, karena sudah bisa membuat berita sesuai kaedah jurnalistik,” sebutnya sembari berharap ilmu yang sudah didapat selama magang bisa dijadikan pedoman dalam memperkaya kemampuan menulis. (m22)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *