Indonesia Akan Menjadi Negara Tangguh Di Tahun Emas 2045

Cipayung Plus Sumut Gelar Dialog Publik 

  • Bagikan
ELEMEN pergerakan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus berfoto di sela acara Dialog Publik, di Sajian Bhineka Jalan Babura Lama No.4 Kecamatan Medan Baru, Medan, Kamis (7/3). Waspada/ist
ELEMEN pergerakan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus berfoto di sela acara Dialog Publik, di Sajian Bhineka Jalan Babura Lama No.4 Kecamatan Medan Baru, Medan, Kamis (7/3). Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Generasi muda khususnya mahasiswa diminta untuk melakukan kajian mendalam terkait potensi Sumber Alam (SDM) guna mewujudkan Indonesia menjadi negara tangguh, mandiri dan inklusif di Tahun Emas 2045.

Hal ini mengemuka berbagai pembahasan dalam acara Dialog Publik, di Sajian Bhineka Jalan Babura Lama No.4 Kecamatan Medan Baru, Medan, Kamis (7/3).

Acara ini digelar mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus di Sumatera Utara, dengan mengusung tema Konsep Menuju Indonesia Emas 2045.

Hadir di acara itu, elemen pergerakan mahasiswa, yakni Ketua umum PW Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Sumatera Utara (Sumut) Wira Putra, Ketua DPD IMM Sumut Muhammad Arifuddin Bone, Ketua DPD GMNI Sumut Daniel Sigalingging, Ketua PW HIMMAH Sumut Kamaluddin Nazuli Siregar, Ketua PKC PMII Sumut Muhammad Tarmizi, Korwil GMKI Sumut Arion Pasaribu, dan BADKO HMI Sumut Abdul Rahman.

Ketua DPD GMNI Sumut Daniel Sigalingging dalam pemaparannya menyebutkan, Sumut dikenal sebagai daerah yang subur. “Apa saja yang ditanam, tumbuh subur,” katanya.

Dengan potensi itu, banyak negara berlomba untuk datang sekaligus menguasai lahan subur itu untuk dikembangkan di berbagai sektor, termasuk perkebunan.

Sejalan dengan perkembangan zaman, potensi SDA tidak dimanfaatkan secara maksimal, sehingga ini harusnya jadi peluang dan bangkit untuk mengejar ketertinggalan, agar Indonesia akan menjadi negara tangguh, mandiri dan inklusif, itu sejalan dengan konsep menuju Indonesia Emas 2045. 

Untuk mewujudkan impian tersebut, kalangan muda khususnya mahasiswa terus melakukan kajian-kajian yang lebih mendalam agar pembangunan 20 tahun ke depan betul-betul dirasakan rakyat.

Acara diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjut doa bersama dan pemotongan nasi tumpeng, yang disaksikan para peserta (mahasiswa) dan undangan yang hadir. 

Beberapa pemateri menyampaikan, bahwa, Sumut harus terus berbenah dan melakukan perbaikan dalam segala sektor guna mendorong pembangunan menuju Indonesia Emas.  

Di antara sektor tersebut, yakni masalah pendidikan, baik guru dan dosen harus betul-betul berkualitas dan berprestasi serta mahalnya biaya pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Hal ini menjadi standarisasi sesuai dengan namanya Indonesia Emas pada saatnya nanti.

Banyak sektor lainnya yang menjadi perhatian kaum milenial (mahasiswa), kaum milenial harus berani tampil, karena pada waktunya nanti generasi muda yang menjadi pemimpin.

Dikutip dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, di masa Indonesia Emas 2045, pemimpin bangsa adalah anak-anak muda kalangan generasi milenial dan Generasi Z. (cpb)

  • Bagikan