IPQAh Medan Gelar Seminar, Umat Islam Diimbau Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup

  • Bagikan
IPQAh Medan Gelar Seminar, Umat Islam Diimbau Jadikan Al-Qur'an Pedoman Hidup

MEDAN (Waspada): Al-Quran diturunkan Allah SWT sebagai pedoman hidup setiap muslim. Untuk itu, Al-Qur’an harus senantiasa dibaca, dipelajari, difahami maknanya dan dijadikan dasar dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut mendasari Ikatan Persaudaraan Qari-qariah dan Hafizh-hafizhah (IPQAH) Kota Medan menggelar kegiatan Seminar dengan tema “Al-Qur’an dan Kota” di Aula MUI Kota Medan, Sabtu (2/12) kemarin. Seminar dihadiri sekitar 80 orang peserta terdiri dari pemerhati kajian Al-Qur’an, akademisi, mahasiswa, dan tokoh-tokoh ormas Islam.

Mewakili Ketua IPQAH Medan, Dr. Muhammad Basri, MA didampingi Dr. Imam Yazid, mengatakan, IPQAH berperan serta dalam mensyiarkan ajaran Al-Qur’an, terlebih yang ada kaitannya dengan peningkatan kualitas masyarakat dan perkotaan.

“Seminar ini membahas tentang konsep Kota Dalam Al Quran,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Drs. H. Burhanuddin Damanik, MA, dalam sambutannya mengingatkan masih banyak umat yang belum menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman perkotaan.

“Hal ini ditandai dengan banyaknya yang belum mahir dalam membaca Al-Qur’an, apalagi untuk sampai tingkatan pemahaman dan pengamalannya,” ucap Burhanuddin.

Seminar dibuka secara resmi oleh Walikota Medan yang diwakili oleh Kabag Kesra Kota Medan, H. Abu Qosim. Disampaikannya, Pemko Medan sangat mengapresiasi kegiatan ini dan menganggap perlu diadakan secara berkesinambungan, demi membangun peradaban masyarakat yang madani.

“Hasil seminar ini sangat penting bagi pembangunan Kota Medan. Pemko Kota sangat mendukung seminar yang positif ini dan akan mendukung kegiatan-kegiatan IPQAH Medan sebagai ikhtiar untuk membangkitkan peradaban umat,” tuturnya.

Sementara narasumber seminar Prof. Dr. Mustapa Khamal Rokan, MH, yang juga Sekretatis Umum IPQAH Kota Medan ini, menguraikan tentang konsep kota dalam Al-Qur’an dan Al Quran banyak menyebutkan kota dalam berbagai konteksnya.

Namun yang penting ditegaskan adalah tentang mental orang kota yakni mental peradaban diantara ciri-cirinya adalah taat hukum, saling menghargai, berfikir luas dan bijak, optimis serta membangun peradaban sebagaimana tugas kekhalifahan manusia.

“Hanya dengan mental peradabanlah kota yang tertib, sejuk, damai dan menyenangkan dapat terwujud,” tegas Mustafa.

Sedangkan narasumber lainnya, Akademisi Tata Kota di Indonesia dan Ka.Prodi. Arsitektur Universitas Pembangunan Panca Budi Medan,Dr. Cut Nuraini, ST., MT., menjelaskan tentang konsep pembangunan kota yang modern yang sesuai dengan ajaran agama Islam. (h01)

Teks
IPQAH Kota Medan menggelar kegiatan Seminar dengan tema “Al-Qur’an dan Kota” di Aula MUI Kota Medan, Sabtu (2/12) kemarin. Waspada/ist

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *