Kakanwil Kemenagsu Ingatkan ASN Tidak Gagap Digital

  • Bagikan
KAKANWIL Kemenagsu H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM,Tenaga Ahli Menteri Agama Hasan Basri Sagala Plt. Walikota Gunungsitoli Sowa'a Laoli, SE, M.S, para Kankemenag se Kepulauan Nias, Kankemenag Kab/Kota se Sumut foto bersama. Waspada/ist
KAKANWIL Kemenagsu H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM,Tenaga Ahli Menteri Agama Hasan Basri Sagala Plt. Walikota Gunungsitoli Sowa'a Laoli, SE, M.S, para Kankemenag se Kepulauan Nias, Kankemenag Kab/Kota se Sumut foto bersama. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM mengatakan tidak ada lagi ASN hari ini yang gagap digital. Semua harus merubah mindset bahwa dunia sudah masuk pada era teknologi, saatnya untuk bertransformasi dari kolonial menjadi milenial.

Hal tersebut disampaikan Kakanwil Kemenag Sumut saat memberi Pembinaan Aparatur Sipil Negara Kantor Kementerian Agama Kab. Nias, Kab. Nias Barat, Kab. Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli, Sabtu (20/1).

Turut hadir Tenaga Ahli Menteri Agama RI H. Hasan Basri Sagala, S.Ag, M.Si, Plt. Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, SE, M.S, para Kepala Kantor Kementerian Agama se Kepulauan Nias, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota Sumatera Utara.

“Tantangan hari ini untuk ASN adalah masih banyak yang gagap digital. Ini harus kita rubah. Era transformasi digital ini harus kita rayakan sebagai kemajuan kiprah ASN dalam melayani masyarakat. Bukan sekadar tuntutan, tetapi mindsetnya dirubah, bahwa digitalisasi adalah support system,” ucap Kakanwil.

Ia mengungkapkan bahwa transformasi digital merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama RI yang harus serius dijalankan seluruh ASN. Ia mengungkapkan hari ini seluruh ASN harus mengisi perencanaan dan pelaksanaan kegiatannya melalui aplikasi e-kinerja.

“Lebih dari 27 penghargaan diraih Kementerian Agama RI dalam hal transformasi digital. Beberapa waktu yang lalu juga Kementerian Agama menggelar DevX. Ini sebuah keniscayaan. Kita harus terus melakukan progress karena transformasi digital masuk dalam program prioritas,” tambahnya.

“Amanat dari Peraturan Menteri PAN RB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja ASN yang mendorong setiap ASN untuk lebih produktif berdasarkan sistem karir dan sistem prestasi kerja serta berintegritas untuk menjadi pertimbangan dalam pengembangan karir. Maka kuasai aplikasi-aplikasi pendukung itu. Hari ini kita sudah diberikan kenaikan gaji dan juga tunjangan kinerja. Hal tersebut bisa dinikmati kalau kita kuasai digitalisasi itu,” tegas Kakanwil.

Kakanwil juga mengapresiasi kemitraan dan kerja sama antar instansi antara Kementerian Agama Kab/Kota dan juga pemerintah daerah dan forkopimda.

“Kemitraan ini harus kita perkuat. Ada tugas-tugas yang harus dilakukan bersama untuk pelayanan kepada umat, menjalankan program-program layanan keagamaan, dan menjaga kerukunan umat beragama terutama melalui moderasi beragama.

“Lahirnya Perpres 58 Tahun 2023 semakin menguatkan program Moderasi Beragama. Kini, Kementerian Agama tidak sendiri. Semua instansi juga punya tugas bersama melaksanakannya. Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah daerah yang terus mendukung program-program Kementerian Agama,” lanjut Ahmad Qosbi.

Rukun Antar Umat

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Agama Hasan Basri Sagala mengatakan kerukunan menjadi modal kuat agar terjadinya harmonisasi dalam beraktivitas. Ia berharap sinergitas seluruh pihak dapat terjalin kuat agar stabilitas kerukunan dapat terjaga.

“Tahun ini kita dihadapkan dengan kontestasi politik melalui pemilihan umum. Sinergitas sangat diperlukan. Kepulauan Nias harus menjadi cermin stabilitas kerukunan beragama. Saya yakin itu dapat dilaksanakan mengingat kuatnya sinergitas seluruh pihak,” ucap Hasan Basri.

Apresiasi

Plt. Walikota Gunungsitoli mengapresiasi kunjungan Kakanwil Kemenag Sumut ke Kepulauan Nias. Perhatian Kakanwil terhadap Nias menunjukkan bahwa seluruh daerah harus mendapat perhatian yang sama.

“Hampir tidak ada konflik keagamaan di Nias. Seluruh komponen menyatu dan bergerak bersama menjaga kerukunan. Kementerian Agama dan pemerintah daerah selalu berada di garda terdepan. FKUB di Nias juga jalan. Ini menandakan bahwa Nias itu aman dan nyaman,” terang Sowa’a Laoli. (m22)

  • Bagikan