Kakanwil Kemenkumham Sumut Kunjungi Lapas Medan, Pantau Kesiapan Pemilu

  • Bagikan
KAKANWIL Kemenkumham Sumut Mhd Jahari Sitepu saat memantau kesiapan Pemilu di Lapas Kelas I Medan, Senin (12/2). Waspada/ist
KAKANWIL Kemenkumham Sumut Mhd Jahari Sitepu saat memantau kesiapan Pemilu di Lapas Kelas I Medan, Senin (12/2). Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Sumatera Utara, Mhd Jahari Sitepu.

Kunjungan ini dalam rangka untuk memantau kesiapan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan pada Rabu, 14 Februari mendatang.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Kemenkumham Sumut untuk memastikan bahwa semua warga binaan pemasyarakatan (WBP) mendapatkan hak pilih mereka dalam Pemilu yang akan datang.

Dalam kunjungannya, Jahari mengecek langsung berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh pihak Lapas Kelas I Medan, mulai dari kesiapan tempat pemungutan suara (TPS) yang akan digunakan, hingga sistem pengamanan yang akan diterapkan selama proses pemungutan suara berlangsung. Jahari menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan, agar proses pemilihan umum dapat berjalan lancar dan demokratis.

Pada kesempatan ini Kepala Lembaga Kelas I Medan, Maju Amintas Siburian turut mendampingi Kakanwil meninjau persiapan yang telah dilakukan, pada Lapas Kelas I Medan sendiri terdapat 8 TPS yang akan digunakan 2.231 warga binaan yang akan menggunakan hak pilihnya.

Selain itu, Kakanwil juga meninjau simulasi pemungutan suara yang dilakukan oleh petugas dan WBP. Simulasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa WBP memahami proses pemungutan suara dan dapat menggunakan hak pilih mereka dengan baik.

Jahari menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan dan antusiasme yang ditunjukkan oleh WBP dan petugas Lapas Kelas I Medan dalam menyambut Pemilu.

Kalapas Kelas I Medan, Maju Amintas Siburian juga menyampaikan harapannya, agar penyelenggaran Pemilu di Lapas Kelas I Medan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi.

Warga Binaan aktif memberikan haknya dalam Pemilu, dan memiliki semangat untuk tetap berkontribusi dalam pesta demokrasi di Indonesia, walaupun sedang menjalani hukuman pidana.(m32)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *