Kankemenag Kota Medan Imbau Giatkan Syiar Sambut Ramadhan

  • Bagikan
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Impun Siregar. Waspada/Ist
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Impun Siregar. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Impun Siregar (foto)mengimbau umat Islam menggiatkan syiar dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.

“Saya mengimbau umat Islam untuk bergembira dan menggiatkan syiar dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1445 H,” katanya Selasa (5/3).

Menurutnya syiar yang bisa dilaksanakan dengan membuat spanduk atupun ucapan Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan di berbagai kawasan.

“Bisa di kawasan perkantoran termasuk di Kantor Urusan Agama di kecamatan, di halaman masjid-masjid,madrasah-madrasah dan tempat-tempat umum,”ujarnya.

Impun menyebutkan, dalam memasuki bulan suci Ramadhan, tentu sangat bersyukur bahwa Allah SWT mengabulkan doa-doa selama bulan Rajab dan Sakban agar kita termasuk orang yang berada di Bulan Ramadhan.

Selanjutnya, menjadi orang yang melaksanakan puasa sebulan penuh. Dan menjadi sosok yang menguatkan rasa malu pada Allah SWT,sehingga menjaga diri untuk menghormati orang berpuasa(jika tidak berpuasa) dengan tidak makan-minum di sembarang tempat.

Maka, sambung dia, perbanyak amalan di Bulan Ramadhan ini, dengan menghidupkan malam-malam

Ramadhan dengan amal ibadah. Shalat tarawih dan tadarus Alquran. “Mari kita manfaatkan kesempatan ini dalam rangka untuk meningkatkan iman amal kita dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Impun, diingatkan kepada muslim yang mampu untuk membantu yang kurang mampu.
“Mari kita manfaatkan bulan Ramadhan untuk berbagi pada saudara-saudara kita yang kurang mampu. Agar kita merasakan bagaimana penderita saudara kita. Berbagilah, karena dalam rezeki yang kita dapat juga ada rezeki mereka yang kurang mampu,” ungkapnya.

Terhadap dunia usaha khususnya warung-warung makan yang buka di Bulan Ramadhan, Impun juga mengimbau agar membuat tirai penutup, sehingga tidak terlalu terbuka. “Saya berharap agar saling menghormati orang berpuasa dengan tidak vulgar dalam menjual makanan pagi maupun siang hari,” pungkasnya.(m22)

  • Bagikan