Kemenkumham Sumut Tindak Warga Pakitsan Langgar Keimigrasian

  • Bagikan
Kemenkumham Sumut Tindak Warga Pakitsan Langgar Keimigrasian

MEDAN (Waspada): Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham Sumut) menindak warga negara asing (WNA) Pakistan, bernama Tariq Nabi, karena melakukan pelanggaran keimigrasian.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut Mhd Jahari Sitepu mengatakan, Tariq Nabi yang saat ini ditahan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, diamankan lantaran mengajukan permohonan pembuatan paspor dengan menggunakan dokumen palsu.

“Tariq Nabi diketahui pernah mengajukan permohonan pembuatan paspor sesuai dengan persyaratan yang berlaku, baik itu KTP, KK dan akte lahir. Namun seluruh dokumen tersebut ternyata palsu, sebab setelah ditelusuri ternyata dokumen tersebut terdaftar atas nama orang lain,” kata Jahari kepada wartawan di Kantor Rudenim Medan, Jumat (8/3).

Jahari yang didampingi Kepala Divisi Keimigrasian Yan Wely Wiguna, Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Gelora Adil Ginting dan Kepala Rudenim Medan Sarsaralos Sivakkar, mengungkapkan, setelah diselidiki ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Deliserdang pada 4 Juli 2023, terungkap bahwa akte kelahiran atas nama Tariq Nabi Mangaratua Batubara tidak terdaftar dalam buku registrasi kelahiran dan database kependudukan.

“Nomor akte kelahiran tersebut ternyata terdaftar atas nama orang lain, yaitu Tanan Mangaratua Batubara. Selain itu, akte perkawinan atas nama Tariq Nabi Mangaratua Batubara juga tidak ditemukan dalam buku registrasi kelahiran dan database kependudukan,” ungkapnya.

Selain menyelidiki dokumen Tariq, petugas juga memeriksa Friska Novita Tambunan pada19 Juni 2023. Ternyata, mereka telah menikah pada bulan April 2002 di Wisma Duma, belakang ZIPUR dengan adat Batak. Bukti pernikahan tersebut didukung oleh buku nikah yang dikeluarkan oleh KUA Medan Helvetia 10 September 2007.

“Pada hari yang sama, petugas juga memeriksa Tariq Nabi Mangaratua Batubara dan diketahui bahwa St.H. Batubara dan E. Hutabarat, sebagaimana tercantum dalam akte kelahiran nomor 28547/2010, adalah orang tua angkat yang bersangkutan, menikah dengan Friska Novita Tambunan pada tahun 2002,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kemenkumham melalui Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktur Jenderal Protokoler dan Konsuler Kementerian Luar Negeri melakukan konfirmasi kepada Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta dan diketahui bahwa WNA yang bersangkutan tidak diakui sebagai Warga Negara Pakistan.
Berdasarkan nota diplomatik kedutaan besar Pakistan disampaikan bahwa status dari Tariq Nabi adalah stateless atau tidak mempunyai Kewarganegaraan.

“Akan tetapi kita mempunyai dokumen-dokumen sebagai bukti bahwa yang bersangkutan adalah benar merupakan warga negara Pakistan. Untuk itu akan dilakukan langkah-langkah selanjutnya hingga pendeportasian dapat dilaksanakan,” pungkasnya.

Ia juga menegaskan komitmen, untuk melindungi kedaulatan negara dan menjaga ketertiban dalam hal masuk dan tinggal di wilayah Indonesia. Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang mencoba memalsukan identitas atau melanggar aturan imigrasi. (m32).

Waspada/Rama Andriawan
Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut Mhd Jahari Sitepu saat memberikan keterangan terkait WNA Pakistan.

  • Bagikan