Kepala BWS Sumut II: Air Dapat Jadi Alat Perdamaian

  • Bagikan
SEMINAR Water Talks bertajuk “Air Untuk Perdamaian” dalam memperingati Hari Air Dunia yang ke-32, di Aula Fukultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), Kota Medan, pekan lalu. Waspada/ist
SEMINAR Water Talks bertajuk “Air Untuk Perdamaian” dalam memperingati Hari Air Dunia yang ke-32, di Aula Fukultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), Kota Medan, pekan lalu. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Kepala BWS Sumatera II, Mohammad Firman, mengatakan, air dapat menjadi alat perdamaian ketika masyarakat dan negara bekerja sama dalam memanfaatkan sumber daya air secara bersama.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat terbentuk pemahaman dan kesadaran bagi masyarakat bahwa mereka tidak hanya memiliki hak sebagai pengguna air, namun juga ikut bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam memelihara alam dan lingkungan,” kata Firman, dalam keterangnnya, Senin (25/3).

Hal itu disampaikan Firman merespon acara Water Talks bertajuk “Air Untuk Perdamaian” dalam memperingati Hari Air Dunia yang ke-32, di Aula Fukultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), Kota Medan, pekan lalu.

Kegiatan ini langsung dihadiri oleh Kepala BWS Sumatera II, Mohammad Firman, Kepala Balai Perumahan Permukiman Sumatera Utara (Sumut) Deva Kurniawan, Dirut Perumda Tirtanadi, Kabir Bedi, Ir Makmur Ginting yang Juga Dekan Fak Tehnik USU.

Seminar ini dihadiri sebanyak 200 peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, pemerintah daerah, asosiasi, BUMN, BUMD, aktivis dan mahasiswa. Acara ini dibuka oleh Kepala BWS Sumatera II Medan, Mohammad Firman

Sementara itu, Kasubag Umum dan Tata Usaha BWS II Sumatera, Aron Hatuaon Marpaung selaku Ketua Pelaksana HAD ke-32 menyampaikan Peringatan HAD merupakan upaya bersama untuk meningkatkan perhatian publik akan pentingnya air dan pengelolaan sumber-sumber air yang berkelanjutan.

“Seminar ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, diantaranya Bachtiar Malthus Hutagaol, Jafung Pengairan Ahli Pertama BWS Sumatera II Medan, kemudian Makmur Ginting, Akademisi Universitas Sumatera Utara dan Kabir Bedi, Direktur Utama Perumda Tirtanadi,” sebutnya.

Aron mengatakan, para peserta seminar sangat antusias dalam mengikuti paparan dari ketiga narasumber tersebut. Mereka aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi tentang isu terkait pengelolaan sumber daya air dan penyelenggaraan World Water Forum.

Selain seminar, terdapat juga booth yang menyediakan informasi terkait pergelaran World Water Forum ke-10 yang akan diselenggarakan di Bali Pada 18-25 Mei 2024 mendatang. Peserta seminar dapat mengetahui secara langsung mengenai informasi kegiatan tersebut. (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *