Ketua PAC Medan Labuhan Dukung Rencana PDIP Tidak Lantik Caleg Yang Tidak Dukung Ganjar – Mahfud

  • Bagikan
KETUA PAC PDIP Medan Labuhan, Rion Arios, SH, MH, terlihat memasukkan surat suara ke kotak suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 14 Februari 2024. Waspada/Ist
KETUA PAC PDIP Medan Labuhan, Rion Arios, SH, MH, terlihat memasukkan surat suara ke kotak suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 14 Februari 2024. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ketua PAC PDIP Medan Labuhan, Rion Arios, SH, MH, mendukung penuh rencana PDIP tidak akan melantik caleg yang tidak ikut berjuang memenangkan pasangan Ganjar – Mahfud pada Pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikan Rion kepada wartawan di Sekretariat PAC PDIP Medan Labuhan, Jl. Titi Pahlawan, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecataman Medan Labuhan, Senin (19/2) pagi.

Rion mengatakan, Megawati Sukarnoputri melalui Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, sehari sebelum penjoblosan, Selasa (13/2), secara tegas menginstruksikan seleruh kader dan caleg bergerak sekuat tenaga mengkampanyekan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo – Mahfud MD pada Pemulu 2024.

Ternyata, instruksi itu tidak menjadi nustrisi bagi kader dan caleg untuk berjuang dan bergerak bersama mendorong perolehan suara pasangan Ganjar – Mahfud pada Pemilu 2024. Bahkan, perolehan suara capres dan cawapres usungan PDIP berada pada posisi paling buntut, tidak menggambarkan sebagai pemenang Pemilu 2019.

“Kita melihat rencana PDIP tidak akan melantik caleg yang terbukti setengah hati mendukung Ganjar – Mahfud, bukan bentuk kekecewaan, namun lebih pada ketegasan partai moncong putih terhadap kader yang tidak loyal. Ini bentuk konsistensi dan integritas PDIP. Satu kata dengan perbuatan,” sebut Rion.

Rion menyakini, tidak hanya dia, seluruh kader PDIP secara nasional, juga akan sepakat dan tunduk dengan kebijakan Megawati, soal sanksi kepada caleg tidak loyal dan tidak patuh tersebut.

“Para kader dan pengurus partai, dipastikan akan setuju dengan kebijakan PDIP tidak melantik para caleg yang mementingkan diri sendiri dan mengabaikan instruksi Bu Mega untuk memenangkan Ganjar – Mahfud,” sebut Rion.

Pria yang berprofesi sebagai advokat ini juga mengatakan, PDIP tidak semata-mata berjuang dalam perolehan suara partai dan menempatkan kadernya di kursi legislatif. Namun lebih dari itu, kader dan caleg mampu mendorong pasangan Ganjar – Mahfud memenangkan Pemilu 2024.

“PDI Perjuangan butuh kader yang konsisten dan berintegritas, bukan yang hanya memikirkan kepentingan menang legislatif saja. Kalau kader, kita yakini pasti linear ke Ganjar – Mahfud,” jelas Rion.

Lebih lanjut, Rion yang juga selaku caleg PDIP Dapil 2 Medan ini mengatakan, berdasarkan hitungan sementara, perolehan suara partai, PDIP berada pada posisi teratas, meninggalkan seluruh partai pengusung capres dan cawapres lainnya.

“Kita lihat dari hitungan KPU Pusat, perolehan suara partai, PDIP unggul, antara 15% sampai 16%. Tetapi perolehan suara capres dan cawapres urutan terakhir. Ini juga masih menimbulkan pertanyaan besar bagi kader seperti kita,” sebut Rion.

Ketua Tim Hukum dan Advokasi Barisan Nasional Bela Ganjar (BNBG) ini juga berharap, PDIP konsisten memberikan tindakan tegas kepada caleg yang tidak linear dengan perolehan suara pasangan capres dan cawapres, akan dipertimbangkan DPP untuk tidak dilantik.

“Jadi, ini pembelajaran yang sangat baik ke depan. Disamping adanya indikasi intimidasi dan ketidaknetralan aparat serta kecurangan yang terjadi di Pemilu 2024 ini,” tutup Rion.(m29)

  • Bagikan