MEDAN (Waspada.id): Ketua Umum DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Khairul Mahalli melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kawasan Industri Batang Terpadu (KIBT) di Jawa Tengah (Jateng) bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI), kemarin.
Ketua Umum DPP GPEI, Khairul Mahalli menyampaikan itu kepada Waspada.id di Medan, Jumat (23/1/2026). Ia menyebut, monev bersama BKPM (Kementerian Investasi/BKPM) di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) adalah kegiatan rutin untuk memastikan perkembangan investasi, infrastruktur, dan operasional kawasan industri strategis ini berjalan sesuai rencana, melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) dari pemerintah pusat dan daerah, pengelola kawasan (PT KITB), serta investor, dengan tujuan memastikan KITB (kini KEK Industropolis Batang) menjadi pusat industri siap dunia.
Khairul menyebut ini merupakan aksesibilitas strategis dan penguatan ekosistem industri KITB, kini berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang — memiliki akses langsung ke Jalan Tol Trans Jawa pada titik KM 371 dengan gerbang tol yang sudah disiapkan untuk koneksi langsung ke kawasan industri.
Exit Tol / Interchange terdekat:
● Gerbang Tol KIT Batang / KM 371 (akses langsung ke kawasan).
● Beberapa referensi juga menyebut jarak ke tol bisa sangat dekat, bahkan sekitar ±350 meter dari area inti industri (indikasi dari laporan investasi).
Estimasi jarak ke KITB:
Karena KITB direncanakan sangat dekat dengan pintu tol utama, estimasi jarak tol ke area property KITB bisa berada di ±0,3 – 2 km, tergantung lokasi parcel di dalam kawasan.
Estimasi waktu tempuh dari pintu tol ke area properti KITB: ± 3–8 menit (kendaraan ringan/logistik) – sangat efisien untuk distribusi barang dan mobilitas tenaga kerja.
Estimasi Jarak Tempuh Regional
Berada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, KITB memiliki konektivitas yang baik ke beberapa kota strategis: (estimasi berdasarkan tol Trans Jawa ±)
● Semarang: ± 70–90 km → ± 1,5–2 jam
● Pekalongan: ± 25–35 km → ± 30–50 menit
● Jakarta: ± 330–360 km → ± 5–6 jam
Posisi di tol Trans Jawa memberikan keunggulan logistik domestik yang efisien untuk pengiriman barang internasional maupun distribusi wilayah Jawa.
Khairul menyebut, fasilitas pendukung yang relevan dengan karakter industri sebagai kawasan industri besar (± 4.300 ha total rencana), KITB memerlukan fasilitas yang tidak hanya menunjang operasional industri tetapi juga kehidupan sosial dan kesejahteraan pekerja.
- Area Mini Commercial / Mini Shopping Center
Kebutuhan:
✔️ Minimarket / retail harian
✔️ Kafe / restoran pekerja
✔️ Fasilitas jasa (laundry, print, bank/ATM)
Relevansi:
Tenaga kerja industri biasanya bekerja dalam shift panjang dan membutuhkan akses cepat ke kebutuhan harian tanpa harus keluar jauh dari kawasan. Fasilitas ini meningkatkan kenyamanan hidup serta produktivitas kerja.
Manfaat langsung ke kawasan industri:
● Menekan perjalanan keluar kawasan untuk kebutuhan dasar
● Membantu penyerapan ekonomi lokal
● Meningkatkan daya tarik kawasan bagi tenant dan investor
- Fasilitas Kesehatan / Rumah Sakit Industri
Kriteria yang diperlukan:
✔️ RS dengan layanan darurat 24 jam
✔️ Klinik khusus K3/industrial health
✔️ Fasilitas medis pencegahan dan rehabilitasi
Relevansi:
Industri memiliki risiko tinggi kecelakaan kerja. Rumah sakit atau klinik terpadu di kawasan memberikan respons cepat terhadap insiden, membantu menurunkan risiko downtime produksi, serta menaikkan standar K3 (keselamatan kerja).
Khairul juga menyebut narasi strategis pengembangan KITB bukan sekadar kawasan lahan industri biasa — dengan status KEK Industropolis Batang, lokasi ini dirancang sebagai ekosistem terpadu manufaktur, logistik, dan distribusi yang berjalan seimbang dengan kebutuhan sosial pekerja dan masyarakat sekitar.
Kenapa fasilitas penunjang seperti mini belanja dan rumah sakit sangat penting?
✔️ Dukungan terhadap produktivitas dan kesejahteraan pekerja
Karyawan industri di kawasan besar seperti KITB (diproyeksikan menyerap ratusan ribu tenaga
kerja) perlu akses cepat ke kebutuhan konsumsi dan medis agar produktivitas tetap optimal.
✔️ Meningkatkan nilai investasi kawasan
Ketika kawasan industri menyediakan fasilitas lengkap (perbelanjaan dan kesehatan), hal ini menjadi
nilai jual tambahan kepada investor dan tenant internasional.
Menciptakan pusat urban industri baru KITB dapat bertransformasi menjadi hub industri + komunitas pekerja yang berkelanjutan – bukan hanya area produksi semata.
Diakhir penjelasannya, Khairul menambahkan bahwa dengan fondasi akses tol super strategis, konektivitas regional yang kuat, serta potensi fasilitas penunjang terpadu, KITB siap menjadi salah satu daerah industri paling kompetitif di Pulau Jawa — sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan kerja dan kehidupan pekerjanya.(id96)










