MEDAN (Waspada.id) : Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kompleks kediaman sekaligus kantornya di Teheran, Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.
Serangan tersebut disebut-sebut sebagai hasil operasi intelijen berbulan-bulan yang dilakukan oleh badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA), yang terus melacak pola pergerakan dan lokasi Khamenei.
Sebagai bentuk keprihatinan dan rasa duka mendalam sebagai sesama muslim, BKM Masjid Ikhwaniah Jalan Tuamang Medan Tembung menggelar shalat ghaib atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran tersebut, Senin (2/3) bakda Subuh. Shalat ghaib diimami Ustadz Muhammad Taufiq MA dan diikuti ratusan jamaah masjid.
Pada kesempatan itu, Ustadz Muhammad Taufiq mengecam aksi pengeboman secara brutal yang menewaskan Ali Khamenei. Aksi militer Amerika Serikat dan Israel di Iran, menurut Ustadz Taufiq, sebagai bentuk penjajahan dan tipu daya zionis yang ingin memecah belah persatuan Islam di dunia.
“Saya selalu buka chanel YouTube dan info teman-teman aktivis tentang perkembangan Iran, semoga dengan wafatnya almarhum Khamenei semakin mempererat ukhuwah umat Islam dan tidak mudah terlena oleh tipu daya para zionis dan Yahudi laknatullah alaihim, semoga Trump dan Netanyahu menyusul almarhum, berlaku padanya qishash oleh masyarakat Iran dan umat Islam pada umumnya,” kata Ustadz Taufiq dalam narasi aplikasi WA kepada Waspada.id, Senin (2/3).
Menurut Ustadz Taufiq, Amerika Serikat dan Israel tidak akan berhenti ingin menghancurkan Islam dari segala penjuru.
Di sela-sela shalat Subuh sebelum shalat ghaib tersebut, Ustadz Taufiq membacakan doa qunut nazilah atas wafatnya pemimpin Iran Ali Khamenei dan para pejuang mujahid di Gaza Palestina yang menjadi korban kejahatan zionis Israel dan para sekutunya termasuk Amerika Serikat.(red)












