MEDAN (Waspada.id): Pasca kebakaran hebat yang memporakporandakan pabrik sandal swallow milik PT Garuda Mas Perkasa di Jl KL. Yos Sudarso, km, 6.5, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Rabu (28/1) membuat warga sekitar lokasi kebakaran menggunakan masker.
Pasalnya, kepulan asap tebal menyelimuti pemukiman warga di sekitar lokasi kebakaran sejak Selasa (27/1) pukul 21:50 hingga Rabu (28/1) pukul 20:00.
Asap hitam tebal memasuki rumah-rumah warga sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan, terutama saluran pernafasan.
Seorang warga Khairani, 60, keberadaan asap hitam pekat telah memasuki rumah warga yang tinggal di dekat pabrik merasakan dampak langsung asap kebakaran.
“Asap ini membuat sesak nafas, karena saya ada gejala sakit. Umur sudah tua, kayaknya susah lagi. Saya khawatir nanti terkena infeksi saluran pernafasan akut (ISPA),” ujar Khairani kepada wartawan, Rabu (28/1).
Selain sesak nafas, tambah Khairani juga, dirinya merasakan gangguan penglihatan.
“Pandangan mulai muram dan enggak nampak karena asap hitam yang tebal ini,” ujar Khairani yang mulai khawatira karena posisi rumahnya yang bersebelahan langsung dengan pabrik.
“Takut angin, anginnya membawa api dan langsung menyambar atap rumah, terbakar,” ungkap Khairani.
Meski rumahnya tidak terkena kobaran api secara langsung namun Khairani dan warga sekitar melakukan upaya pencegahan untuk mengantisipasi api dan bahan kimia di samping rumahnya.
“Karena di samping tembok, di sebelah rumah ini kan ada bahan-bahan kimia, obat-obat. Jadi kami mencoba menyirami obat tersebut menggunakan air, sampai basah supaya jangan merembet ke sini,” lanjutnya.
Pantauan waspada.id, hingga Rabu (28/1) pukul 20:30 WIB, tampak kepulan asap hitam juga sudah mulai menutupi area depan pabrik dan mengganggu penglihatan warga dan warga masyarakat yang lalu lalang di sekitar lokasi kebakaran.
Akibatnya, arus lalulintas di Jl. KL Yos Sudarso depan pabrik sandal tersebut jadi macat.
Sejumlah personel Satlantas Polres Pelabuhan Belawan sibuk mengurai kemacatan.
Warga sekitar maupun pengendara yang melintas, terlihat mulai mengenakan masker maupun penutup hidung seadanya seperti baju maupun kain lainnya.
Hal ini, dilakukan untuk melindungi saluran pernapasan yang sudah mulai terganggu dengan pekatnya asap beraroma karet terbakar itu.(id123)











