MEDAN (Waspada.id) – Dugaan perundungan (bullying) di sekolah dan tekanan ekonomi menjadi pemicu remaja di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri pada Senin (30/3/2026).
Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Kabupaten Samosir, Ria Gurning, SP, M.IP, menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah praktik bullying terhadap anak.
Ria Gurning menjelaskan, hasil pertemuannya dengan orang tua korban mengungkap bahwa selain tekanan ekonomi, korban sering diejek teman-temannya, terutama terkait nama ayahnya.
Ia mengimbau keluarga dan masyarakat untuk tidak menyebarkan masalah keluarga di media sosial karena dapat memperburuk kondisi psikologis anak.
“Kami menekankan jangan menumpahkan keluh kesah di medsos. Curahan hati yang salah ditangani bisa berdampak buruk bagi anak, terutama yang pendiam dan jarang berbicara,” ujar Ria.
Ia menambahkan, keluarga korban memiliki dua anak yang sehat dan tercukupi gizinya, sehingga himpitan ekonomi bukan faktor utama kekurangan kebutuhan dasar.
Ria Gurning juga menjelaskan bahwa keterlambatan bantuan pemerintah terjadi karena pergantian Kartu Keluarga dan prioritas distribusi bantuan ke lansia, bukan karena keluarga korban tidak produktif.
Ia memastikan perangkat desa tetap memberikan hak bantuan keluarga korban.Ia menekankan pentingnya komunikasi aktif antara orang tua dan anak.
“Orang tua perlu rutin menanyakan keadaan anak di sekolah dan lingkungan sekitar. Jangan biarkan anak menghadapi masalah sendirian, karena dampak psikologisnya bisa sangat berat,” kata Ria.
Selain itu, Komnas PA Kabupaten Samosir akan bekerja sama dengan pihak sekolah untuk membuat program edukasi anti-bullying, termasuk pelatihan bagi guru dan siswa tentang cara mengenali dan menangani kasus bullying.
Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua anak.Ke depan, Komnas PA Kabupaten Samosir akan melaksanakan sosialisasi “Stop Bullying” di seluruh sekolah.
Ria berharap sekolah dan orang tua aktif bekerja sama untuk menjaga kenyamanan anak dalam berinteraksi di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
“Kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Orang tua harus lebih dekat dengan anak, menanyakan keseharian dan kondisi di sekolah. Stop bullying terhadap anak, dan pemerintah harus memastikan bantuan tepat sasaran,” tutup Ria Gurning. (fs)










