Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian USU Kunjungi Kebun Tanah Datar Di Batubara

  • Bagikan
Mahasisa setibanya di lokasi melaksanakan Plantation Fieldtrip Kunjungan lapangan. Mahasiswa dan dosen bersama pihak Asian Agri di depan Pabrik Kelapa Sawit (foto bawah). Waspada/ist
Mahasisa setibanya di lokasi melaksanakan Plantation Fieldtrip Kunjungan lapangan. Mahasiswa dan dosen bersama pihak Asian Agri di depan Pabrik Kelapa Sawit (foto bawah). Waspada/ist

BATUBARA (Waspada): Mahasiswa Manajemen Agribisnis Tanaman Perkebunan (MATP) Fakultas Pertanian USU, melaksanakan fieldtrip dengan peserta 60 mahasiswa, ke Perkebunan Kelapa Sawit, Kebun Tanah Datar unit usaha ASIAN AGRI Kabupaten Batubara, Provinsi Sumut, Sabtu (11/3).

Kegiatan ini sebagai bentuk aplikasi dan sekaligus mempraktikkan Ilmu MATP yang telah mereka pelajari sebagai mata kuliah secara teori di kampus USU.

Ketua kegiatan fieldtrip langsung dibawa oleh dosen pembimbing, Dr.Ir. Charloq, M.P. Turut serta sebagai pembina dan menginisisai fieldtrip ini Dekan FP USU, Dr.Ir. Tavi Supriana, MS. Wakil Dekan II, Dr. Revandy I.M. Damanik, M.Si, M.Sc, Ph.D. Wakil Dekan III Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti M.Si.Kaprodi Agribisnis Dr. Rulianda Purnomo Wibowo SP., M.Ec.
Kegiatan ini kerjasama FP USU dan ASIAN AGRI Plantation berlangsung lancar.

Dr.Ir. Charloq, M.P menyebutkan, kunjungan lapangan (fieldtrip) yang telah dilakukan mahasiswa Agribisnis mata kuliah Manajemen Agribisnis Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (FP-USU), sangat bermanfaat secara pendidikan terapan dan bagi pengembangan keilmuan mahasiswa untuk membaca pasar kerja ke depan.

Disebutkan, feldtrip sebagai bentuk aplikasi dan sekaligus mempraktikkan Ilmu Manajemen Agribisnis Tanaman Perkebunan yang telah mereka pelajari sebagai mata kuliah secara teori di kampus USU.
Sedangkan,penerapan dari metode fieldtrip (karyawisata).

Yaitu merupakan perjalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman secara langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum mata kuliah Manajemen Agribisnis Tanaman Perkebunan.

“Dengan begitu, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya, turut menghayati tugas pekerjaan, dapat bertanya jawab sehingga mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya, bisa melihat, mendengar, meneliti, dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan,”ungkap Charlog.

Charloq juga menguraikan, selama berada di lapangan, di Kebun Tanah Datar, kegiatan fieldtrip yang langsung diikuti oleh mahasiswa Agribisnis meliputi, observasi manajemen kegiatan teknik pencatatan secara online dan stok gudang pupuk/ aset, penanggulangan hama dan penyakit tanaman kelapa sawit, kegiatan pemupukan, kegiatan pengolahan di pabrik kelapa sawit (PKS), pemeliharaan dan pasca panen, pemanfaatan limbah organik janjang kosong sawit, dan kegiatan teknologi panen dilengkapi teknologi aplikasi database buah panen, hingga pengelolaan usaha yang berorientasi ekonomi.

Saat kunjungan, sambung dia, mahasiswa di kebun dilatih dulu oleh para staf Asian Agri ini dalam berbaris sigap dan melatih semangat tim sebelum memulai dan menyelesaikan objek pekerjaan dengan yel-yel yang begitu menggetarkan jiwa dan semangat kita. Saat kegiatan, mahasiswa lengkap dengan memakai helm dan sepatu boot lapangan cekatan membawa catatannya masing-masing sungguh bersemangat dan sukacita.

Upaya untuk merespon perkembangan teknologi dan perkembangan digitalisasi dan tuntutan dunia industri.

Sebagai dosen pembimbing, Charloq menjelaskan bahwa plantation fieldtrip ini merupakan salah satu implementasi Kurikulum OBE atau Outcome-Based Education merupakan kurikulum yang fokus pada capaian pembelajaran dimana diharapkan mampu memenuhi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai keadaan sosial, ekonomi dan budaya akademik.

“Melalui fieldtrip mahasiswa diasah berpikir kreatif, memiliki pengalaman baru, melihat dan mengetahui permasalahan secara langsung di lapangan, mengasah kemampuan teknis atau aplikasi bagi mahasiwa di lapangan,”ungkapnya

Senada dengan para mahasiswa, dosen yanh ikut kegiatan ini mengaku tidak jenuh dengan metode belajar di ruang kuliah saja sehingga mahasiswa mampu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta dalam kehidupan nyata.(m22/A)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *