Mahasiswa Kembali Unjuk Rasa Terkait Dugaan Penyalahgunaan APBN Desa

  • Bagikan
Mahasiswa Kembali Unjuk Rasa Terkait Dugaan Penyalahgunaan APBN Desa

Medan (Waspada): Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) menggelar aksi unjuk rasa Jilid II di depan Kantor Bawaslu Sumut, Medan, Rabu (27/12).

Mereka mempersoalkan dugaan penyelewengan Anggaran APBN yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum staf Kementerian Desa, yang merupakan bacaleg DPR RI Dapil Sumut III.

Pasalnya, AMPERA menemukan adanya indikasi dugaan kuat penyalahgunaan anggaran APBN oleh beberapa oknum staf Kementerian Desa Pada Rapat Sinegritas Peningkatan Kapasitas dan Konsolidasi TPP serta Penggiat Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Di Provinsi Sumatera Utara Tahap II.

Koordinator Aksi Rizki Dhani Munthe, dalam orasinya menyebutkan, mereka menduga adanyaPenyalahgunaan anggaran APBN yang dilakukan oleh oknum Staf Kementerian Desa Pada Rapat Sinegritas Peningkatan Kapasitas dan Konsolidasi TPP serta Penggiat Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Utara Tahap II.

Bahwa dalam kegiatan tersebut terdapat ajakan untuk memilih salah satu Caleg DPR RI Nomor urut 02 dari partai PKB Dapil Sumut III.

Bahwa hal tersebut jelas menyalahi sebab Guna anggaran yang bersumber dari APBN itu untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa bukan untuk kampanye.

Kemudian Qiqo (salah satu orator AMPERA) mengatakan, aksi ini merupakan jilid yang ke dua. Asi jilid pertama dilakukan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, namun mereka merasa kurang puas dengan jawaban dari pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Sehingga, mereka melakukan aksi jilid yang kedua di kantor Bawaslu Sumatera Utara. “Dan kasus ini akan terus berlanjut sampai semua tuntutan diakomodir oleh aparat penegak hukum,” ujarnya.

Aksi tersebut berlangsung damai dan ditanggapi langsung oleh pihak Bawaslu Sumatera. ”Kami akan melakukan Rapat bersama dengan Bawaslu RI untuk mengakomodir tuntutan yang adek – adek sampaikan,” jelas Sekretaris Bawaslu Sumut, menanggapi aksi AMPERA

Adapun tuntutan AMPERA Yakni :

Meminta Kepada Kepala Bawaslu Sumatera Utara untuk segera memeriksa dan memanggil calon Legistafiv DPR RI dari partai PKB Dapil III Nomor Urut 2 yang kami duga telah melanggar PKPU Nomor 15 Tahun 2023 Tentang Kampanye.

Kemudian, meminta kepada Kepala Bawaslu Sumatera Utara untuk segera mengusut tuntas terkait dugaan yang telah terjadi di dalam kegiatan di atas.

Meminta kepada Bawaslu Sumatera Utara bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar membatalkan saudara Inisial A.M.P dari pencalonan sebagai anggota Legislatif DPR RI dapil III Sumatera Utara Dari Partai PKB.

“Apabila permintaan kami tidak diindahkan dalam waktu 7 x 24 jam, maka kami akan melakukan aksi unjuk rasa secara berkelanjutan,” sebutnya. (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *