MEDAN (Waspada): Pada November ini, Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) USU 2024 Kelompok 47 melakukan program kegiatan yang berfokus pada pengolahan sampah tepat guna di Desa Bagan Kuala, Tanjung Beringin, Serdang Bedagai.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan limbah kerang dan barang bekas untuk dijadikan kerajinan atau barang.
Siaran pers yang diterima Waspada di Medan, Jumat (29/11) menyebutkan, salah satu permasalahan Desa Bagan Kuala yaitu kondisi lingkungan yang kurang bersih, dikarenakan banyak masyarakat yang belum sadar terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Untuk mengatasi masalah ini, Mahasiswa KKNT kelompok 47 memberikan edukasi kebersihan dan pola hidup sehat di SDN 102052 Bagan Kuala serta melakukan kegiatan aksi membersihkan kawasan Pantai.

Kegiatan edukasi kebersihan dan pola hidup sehat di SDN 102052 Bagan Kuala mendapat respon dan harapan yang positif dari kepala sekolah, guru dan siswa-siswi. Kepala sekolah SDN 102052 Bagan Kuala mengungkapkan harapannya mengenai kegiatan edukasi ini nantinya dapat meningkatkan kesadaran siswa-siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan baik di sekolah maupun di rumah mereka masing-masing.
Untuk mendukung tercapainya tujuan siswa-siswi yang sadar pentingnya kebersihan lingkungan tersebut, KKNT USU 2024 Kelompok 47 menyerahkan tong sampah organik dan anorganik ke SDN 102052 Bagan Kuala pada 21 November 2024 yang diserahkan secara simbolis dengan perwakilan guru.
Pada 23 November 2024, pukul 09.00 WIB – selesai dilakukan pembuatan taman toga di SDN 102052 Bagan Kuala dengan memanfaatkan botol bekas menjadi pot bunga. Beberapa tanaman obat yang ditanam yaitu serai, kencur, kumis kucing dan lidah buaya. Selain itu juga ditanam beberapa bunga yaitu krokot, rhoeo discolor. Kegiatan ini melibatkan bberapa siswa-siswi.

Kerajinan dari Limbah Kerang
Disekitar kawasan pantai terdapat banyak sekali limbah cangkang kerang. Ketersediaan limbah cangkang kerang yang melimpah tersebut membuat kelompok 47 semakin mengeluarkan ide dan kreativitasnya untuk memanfaatkan dan mengolah limbah cangkang kerang menjadi sumber tambahan pendapatan masyarakat.
Selain kegiatan edukasi, KKNT USU 2024 Kelompok 47 juga turut melaksanakan kegiatan praktisi bersama anak-anak dan remaja Desa Bagan Kuala dalam membuat kerajinan dari limbah kerang berupa gantungan HP, gelang, gantungan kunci dan jepitan rambut. Kegiatan ini dilangsungkan pada 23 November 2024 pukul 15.00 – selesai di Dusun 1 Bagan Kuala.
Kegiatan ini berlangsung lancar dengan antusias yang sangat tinggi dari anak dan remaja. Dalam tahap pembuatan kerajinan, diberikan kebebasan berkreasi sesuai kreativitasnya masing-masing. Produk yang dihasilkan nantinya dapat berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan masyarakat Bagan Kuala.
Mahasiswa KKNT Kelompok 47 mengungkapkan “Besar harapan kami, kegiatan ini dapat terus berjalan dan dikembangkan oleh anak muda Bagan Kuala hingga produk dapat dipasarkan dan dijadikan sebagai penambah nilai ekonomi Masyarakat.”.

Pemasaran Produk Kerajinan Kerang Dan Ecoprint
KKNT USU 2024 Kelompok 47 melakukan pemasaran produk kerajinan yang sudah dibuat dengan menjual langsung di sekitar area pantai dan menjual melalui platform media sosial.
Pemasaran produk menjual langsung disekitar area pantai dilakukan dengan menawarkan produk kepada setiap pengunjung yang datang berwisata di Pantai Merdeka. Pemasaran produk menggunakan aplikasi dilakukan dengan mempromosikan produk melalui postingan-postingan pada Instagram dan Whatsapp.
Pada postingan tersebut tertera nama produk kerajinan beserta nilai harga di setiap masing-masing produk. Pada produk kerajinan kerang terdapat jenis produk seperti gantungan kunci, gelang dan phone strap (gantungan HP). Untuk masing-masing setiap produk dijual dengan harga yang berbeda, gantungan kunci (Rp. 5.000,00), gelang (Rp. 7.000,00) dan phone strap (Rp. 5.000,00 – Rp. 7.000,00).
Pada jenis produk kerajinan ecoprint yaitu bros hijab (berbentuk pita dan bunga) dan ikat rambut. Untuk masing-masing setiap produk dijual dengan harga yang berbeda, bros hijab (berbentuk bunga dan pita) dijual seharga (Rp. 10.000,00 per 3 pcs) dan ikat rambut (Rp. 5.000,00).
Untuk kemasan produk kerajinan kerang dan ecoprint, pada bagian luar kemasan produk terdapat stiker yang menunjukkan bahwa kerajinan kerang dan ecoprint tersebut suvenir Bagan Kuala khususnya area Pantai Merdeka. (cpb/rel)










